GARUT – Kelangkaan gas LPG di sejumlah wilayah Kabupaten Garut menjelang Idul Fitri disebut dipicu oleh meningkatnya permintaan masyarakat. Salah satu faktor yang menyebabkan langkanya gas LPG adalah kebiasaan sebagian warga yang menyetok gas di rumah.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) ESDM Kabupaten Garut, Ridwan Effendi, mengatakan peningkatan permintaan gas LPG menjelang Idul Fitri merupakan fenomena yang hampir terjadi setiap tahun.
Namun pada tahun ini, lonjakan permintaan dinilai lebih tinggi karena banyak masyarakat yang membeli lebih dari kebutuhan biasanya.
Baca Juga:Campak di Garut Capai 34 Kasus, Dinkes Imbau Masyarakat Lengkapi Imunisasi AnakPDAM Tirta Intan Garut Meraih Opini WTP
Menurut Ridwan, tindakan masyarakat yang menyimpan lebih banyak tabung gas di rumah turut menyebabkan distribusi gas di tingkat pangkalan menjadi lebih cepat habis.
“Semalam sudah datang pengiriman, tapi begitu datang, karena permintaan tinggi, langsung habis,” ujar Ridwan effendi belum lama ini.
Ia mencontohkan kondisi yang terjadi di salah satu pangkalan gas di Pasar Andir, Kecamatan Bayongbong. Berdasarkan informasi yang diterimanya dari pengelola pangkalan tersebut, tabung gas yang baru dikirim pada malam hari langsung habis terjual karena tingginya permintaan masyarakat.
Ridwan menjelaskan, dalam kondisi normal, distribusi gas LPG di pangkalan biasanya dapat bertahan beberapa hari sebelum stok kembali habis. Namun menjelang Idul Fitri, pola tersebut berubah karena peningkatan konsumsi dan kekhawatiran masyarakat terhadap ketersediaan gas.
“Menjelang idul fitri ini tingkat pemakaiannya tinggi, sehingga masyarakat ada semacam kekhawatiran mereka pun menyetok di rumah, ada yang satu dua,” tegas Ridwan effendi.(Feri)
