Jelang Lebaran 2026, Kebutuhan Daging dan Minyak Naik, DKP Garut Pastikan Stok Aman

Radar Garut
Kepala Dinas Ketahan Pangan Kabupaten Garut, Yani Yuliani
0 Komentar

GARUT – Jelang Libur Lebaran tahun 2026, menjadikan momentum masyarakat berkumpul bersama keluarga, sehingga permintaan stok bahan pangan akan meningkat, begitu pula terjadi di Kabupaten Garut.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Ketahan Pangan Kabupaten Garut, Yani Yuliani, mengatakan bahwa untuk menghadapi kenaikan harga menghadapi lebaran, pihaknya telah melakukan gelar pangan murah berkolaborasi dengan kepolisian.

“Kita sekarang untuk menghadapi kenaikan harga ya atau menghadapi ketersediaan menjelang lebaran, insyaallah kita sedang ada kegiatan gelar pangan murah dengan pemerintahan Kapolres, karena serentak itu seluruh Kapolres ya, seluruh Kapolres Indonesia untuk membuat gelar pangan murah, kemudian untuk publik yang di Garut Plaza,” ujarnya.

Baca Juga:Kadisperindag Garut: Kebiasaan Menyetok Jadi Salah Satu Penyebab LPG Langka Jelang Idul FitriCampak di Garut Capai 34 Kasus, Dinkes Imbau Masyarakat Lengkapi Imunisasi Anak

Ia menyampaikan, untuk stok bahan pangan di Kabupaten Garut dapat dipastikan aman terkendali, karena sudah koordinasi dengan berbagai pihak.

“Kalau stok kita kan gini, kalau stok itu kan kita koordinasi dengan bulog juga, dengan beberapa penyedia pangan di masyarakat, saya kira kita insyaallah masih aman, lintas sektor kita kan ya Insyaallah,” katanya.

Yani menjelaskan, terkait produksi beberapa bahan pangan seperti halnya bawang, cabai, itu ada di ranah Dinas Pertanian, namun untuk mengukur ketersediaan dikarenakan ada Cabai Champion, serta bawang dan lainnya itu ketersediaan masih aman terpenuhi.

“Apalagi kita kalau di gelar pangan murah ini DKP kan kerjasama ya dengan para petani langsung. Jadi itulah salah satu upaya kita memutus mata rantai biar harganya dari petani tidak rugi, pembeli tidak terlalu mahal, makanya kita undang mereka untuk bertransaksi, jadi memang kalau di gelar pangan murah ini sebetulnya barang itu milik pelaku usaha, jadi bukan barang yang transfer di Dinas ketahan pangan,” jelasnya.

Menurut Yani, ada beberapa komoditi yang banyak permintaan dari masyarakat pada saat momentum lebaran, terutama daging, minyak goreng cukup tinggi, hingga protein hewani lainnya.

“Kalau komoditi ada daging pasti, kemudian juga minyak, sekarang kita kebutuhan minyak goreng itu cukup-cukup tinggi, terutama komoditi protein hewani,” ucapnya.

Yani mengungkapkan, kadang penimbunan bahan pangan sering saja terjadi, sehingga ia berharap kepada para pelaku usaha agar peduli untuk masyarakat Garut, sediakan harga pangan sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET).

0 Komentar