Meriahnya Festival Kohkol 2026: Bupati Garut Bermalam di Rumah Warga dan Sahur Bersama Di Desa Mekarsari

(Istimewa)
Kemeriahan Festival Kohkol di Desa Mekarsari 2026 (Istimewa)
0 Komentar

RADARGARUT– Ada pemandangan yang tak biasa di Desa Mekarsari, Kecamatan Selaawi, Kabupaten Garut pada akhir pekan ini. Suara tabuhan bambu yang ritmis dan bersahut-sahutan atau yang dikenal sebagai Festival Kohkol 2026 memecah kesunyian malam Ramadan.

Acara ini menjadi magnet bagi ribuan warga yang tumpah ruah ke jalan untuk menyaksikan sebuah tradisi yang kini dikemas secara meriah dan penuh makna kebersamaan.

Kemeriahan Festival Kohkol ini bukan sekadar hiburan masyarakat, melainkan bagian dari rangkaian kegiatan Rumaksa Manjang Waluya yang dihadiri langsung oleh Bupati Garut, Bapak Syakur Amin, pada Jumat 13 Maret 2026.

Baca Juga:Bandung Membiru: Perayaan HUT ke-93 Persib Diwarnai Flare dan Doa Bersama di Tengah RamadanMenjelang Idul Fitri 1447 H: Cek Jadwal Lengkap Lebaran 2026 dan Rincian Libur Panjangnya

Inisiatif yang lahir dari perhatian besar Wakil Bupati Garut terhadap penguatan budaya dan pariwisata daerah ini berhasil menyatukan unsur tradisi dengan pelayanan publik yang humanis.

Tradisi Kohkol dan Kebangkitan Ekonomi Desa

Festival Kohkol 2026 menjadi simbol semangat gotong royong warga Selaawi yang memang dikenal sebagai pusat kerajinan bambu di Garut. Di tengah gempuran teknologi, suara kohkol atau pentongan bambu tetap menjadi identitas lokal yang digunakan untuk membangunkan warga saat sahur sekaligus mempererat tali silaturahmi antar-RT dan RW.

Bupati Syakur Amin mengapresiasi antusiasme masyarakat Desa Mekarsari yang begitu aktif berpartisipasi. Menurut beliau, kegiatan ini memiliki dampak ekonomi langsung bagi masyarakat setempat.

Selama kegiatan berlangsung, seluruh pejabat Pemkab Garut diinstruksikan untuk menggunakan jasa ojek pangkalan lokal dan mengonsumsi produk-produk dari warung serta pelaku UMKM desa.

Hal ini membuktikan bahwa pelestarian budaya bisa berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi kerakyatan.

Pemimpin yang “Ngadésa”: Buka Puasa Hingga Sahur Bareng Warga

Keunikan utama dari agenda kali ini adalah komitmen para pejabat struktural dan administrator di lingkungan Pemkab Garut untuk menginap langsung di rumah warga yang kurang mampu.

Tidak ada sekat antara pimpinan daerah dengan masyarakatnya. Bupati dan jajarannya berbaur, mulai dari melaksanakan ibadah salat tarawih berjamaah, berdialog mengenai aspirasi pembangunan, hingga menikmati santap sahur bersama di meja makan yang sederhana milik warga.

Baca Juga:Sidak Pasar Andir, Wakil Bupati Garut Pastikan Stok Pangan dan LPG 3 Kg Aman Menjelang LebaranMudik Tanpa Pusing: Simak Panduan Waktu Perjalanan Lenggang Menuju Garut di Idul Fitri 1447 H

“Kegiatan ini merupakan yang pertama kali dilaksanakan dengan format seperti ini di Kabupaten Garut. Kami ingin merasakan langsung denyut nadi kehidupan warga desa, mendengarkan keluh kesah mereka secara langsung, sambil tetap melestarikan budaya lokal seperti Festival Kohkol ini,” ujarnya.

0 Komentar