RADARGARUT– Persib Bandung harus melupakan sejenak euforia perayaan ulang tahun ke-93 yang baru saja dirayakan secara meriah di Kota Kembang.
Hari ini, Minggu 15 Maret 2026, Maung Bandung akan menjalani ujian mental sesungguhnya dengan bertandang ke markas “Pesut Etam”, Stadion Segiri, Samarinda.
Laga tunda pekan ke-21 ini bukan sekadar pertandingan biasa, melainkan duel “enam poin” yang akan menentukan siapa penguasa puncak klasemen Liga 1 musim 2025/2026.
Baca Juga:Bandung Membiru: Perayaan HUT ke-93 Persib Diwarnai Flare dan Doa Bersama di Tengah RamadanMenjelang Idul Fitri 1447 H: Cek Jadwal Lengkap Lebaran 2026 dan Rincian Libur Panjangnya
Persib saat ini masih bertengger di posisi pertama dengan koleksi 57 poin, namun Borneo FC mengintai tepat di bawahnya diposisi ke-2 dengan 53 poin.
Kemenangan di Samarinda akan membuat jarak semakin lebar dan melapangkan jalan Persib menuju tangga juara. Namun, Stadion Segiri dikenal sebagai benteng pertahanan yang sangat angker bagi tim tamu manapun yang datang.
Misi Memutus Dominasi Tuan Rumah
Pelatih Bojan Hodak menyadari bahwa Borneo FC di bawah asuhan Pieter Huistra memiliki kedisiplinan tinggi.
Apalagi, mereka tampil di depan pendukung setianya yang selalu memenuhi tribun Segiri. Persib harus mewaspadai transisi cepat dan kolektivitas permainan tuan rumah yang sangat cair.
Pelatih Persib, Bojang Hondak mengungkapkan bahwa bermain di Samarinda merupakan tantangan sulit bagi Persib.
Larangan kehadiran suporter tim lawan di kandang musuh membuat situasi mungkin akan sedikit mempengaruhi mental tim Persib karena Bobotoh tidak bisa hadir secara langsung di Samarinda.
“Bermain di Samarinda selalu sulit, tantangannya bukan hanya lawan tapi juga tekanan atmosfer stadion. Namun, anak-anak sedang dalam motivasi tinggi setelah momen hari jadi klub. Kami datang ke sini untuk meraih hasil maksimal,” ungkapnya.
Baca Juga:Sidak Pasar Andir, Wakil Bupati Garut Pastikan Stok Pangan dan LPG 3 Kg Aman Menjelang LebaranMudik Tanpa Pusing: Simak Panduan Waktu Perjalanan Lenggang Menuju Garut di Idul Fitri 1447 H
Strategi dan Kekuatan Skuad
Lini depan Maung Bandung yang dihuni David da Silva dan Ciro Alves diharapkan mampu memanfaatkan celah sekecil apa pun.
Sementara di lini tengah, kehadiran Marc Klok dan Eliano Reijnders akan menjadi kunci dalam mengatur ritme permainan sekaligus memutus aliran serangan Borneo FC.
Kedisiplinan lini belakang yang dikomandoi Nick Kuipers pun akan diuji habis-habisan oleh ketajaman barisan penyerang Pesut Etam.
