Akhir Pelarian "Boy", Tangan Kanan Bandar Narkoba Jaringan Koh Erwin: Diringkus Tanpa Perlawanan di Pontianak

(Istimewa)
Boy DPO bandar narkoba ditangkap di Pontianak (Istimewa)
0 Komentar

RADARGARUT– Tim Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri berhasil memutus salah satu urat nadi peredaran narkotika jaringan internasional.

A. Hamid alias Boy, yang selama ini menjadi buronan paling dicari dalam jaringan narkoba kelas kakap milik Iskandar alias Koh Erwin, akhirnya berhasil diringkus di Pontianak, Kalimantan Barat pada 12 Maret 2026.

Penangkapan Boy bukan sekadar keberhasilan biasa. Ia dianggap sebagai tokoh kunci yang mengatur alur distribusi dan struktur organisasi di bawah kendali Koh Erwin. Pelariannya berakhir setelah tim siber dan lapangan Bareskrim Polri melakukan pelacakan intensif selama beberapa bulan terakhir.

Baca Juga:Duel Puncak Klasemen: Borneo FC Jamu Persib Bandung di Segiri, Pertaruhan Takhta BRI Super LeagueRekomendasi Tempat Salat Idul Fitri di Garut 2026: Lokasi Ikonik dan Nyaman

Kronologi Penangkapan di Bumi Khatulistiwa

Operasi senyap ini bermula ketika penyidik berhasil mengidentifikasi lokasi persembunyian Boy di wilayah urban Pontianak.

Setelah memastikan identitas target, tim langsung melakukan penyergapan. Meski dikenal sebagai sosok yang licin dalam mengatur jaringan, Boy dilaporkan tidak memberikan perlawanan saat petugas mengepung kediamannya.

Penangkapan ini merupakan pengembangan langsung dari tertangkapnya sang bandar utama, Koh Erwin, beberapa waktu lalu.

Polisi terus bergerak secara estafet untuk meruntuhkan seluruh struktur organisasi yang telah meracuni berbagai wilayah di Indonesia dengan barang haram jenis sabu.

Peran Sentral dan Dugaan Aliran Dana ke Oknum

Berdasarkan fakta penyidikan, Boy memiliki peran strategis sebagai pengatur jaringan. Ia diduga kuat menjadi jembatan antara bandar besar dengan distributor di tingkat daerah.

Namun, yang lebih mengejutkan adalah temuan awal mengenai adanya upaya sistematis untuk mengamankan bisnis ini dari jangkauan hukum.

“Penyidik saat ini tengah mendalami dugaan adanya aliran dana dalam jaringan narkotika tersebut. Ada indikasi kuat bahwa tersangka Boy pernah memberikan sejumlah uang kepada oknum aparat terkait untuk melancarkan kasus narkotika ini sebelumnya,” ungkap perwakilan tim penyidik Bareskrim Polri dalam keterangan persnya.

Baca Juga:Panduan Lengkap Zakat Fitrah 2026: Besaran, Niat, dan Batas Waktu PembayaranPanduan Lengkap Niat Salat Lailatul Qadar: Tata Cara dan Keutamaannya

Fakta ini menunjukkan betapa besarnya kekuatan finansial jaringan Koh Erwin sehingga mampu melakukan upaya infiltrasi ke oknum penegak hukum guna mengamankan jalur distribusi sabu mereka.

Perang Melawan Jaringan yang Lebih Luas

Saat ini, Boy telah dibawa ke markas Bareskrim Polri untuk menjalani pemeriksaan intensif. Polisi tidak ingin berhenti pada penangkapan satu individu saja.

0 Komentar