RADARGARUT– Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Garut kembali memicu gangguan infrastruktur jalan. Kali ini, material lumpur pekat dilaporkan menutup badan jalan di ruas utama Kabupaten yang menghubungkan Pasirwangi dan Darajat.
Menanggapi situasi tersebut, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Garut segera mengerahkan personel dan alat berat untuk melakukan normalisasi akses jalan demi menjamin keamanan warga.
Peristiwa ini terjadi tepatnya di Blok Tangsi KM 2+300, Kecamatan Pasirwangi. Berdasarkan laporan kronologis, hujan lebat yang mengguyur wilayah tersebut pada Selasa sore, 10 Maret 2026, mengakibatkan limpasan material dari lahan perkebunan warga di sekitar lokasi.
Baca Juga:Samsung Galaxy A57: Bocoran Spesifikasi, Harga, dan Fitur Unggulan 2026Jadwal Resmi Cuti Bersama dan Libur Lebaran 2026: Siap-Siap Libur Panjang!
Lumpur dengan konsistensi pekat turun dan menutupi permukaan aspal, menjadikannya medan yang sangat licin dan berbahaya bagi kendaraan, baik roda dua maupun roda empat.
Dampak dan Skala Kejadian
Laporan infografis dari akun resmi @puprgarutkab.official merinci bahwa tumpukan lumpur tersebut memiliki ketebalan rata-rata mencapai ±30 centimeter. Luas area yang terdampak cukup signifikan, yakni sepanjang ±60 meter dengan lebar cakupan material mencapai ±5 meter.
Kondisi ini sempat membuat arus lalu lintas dari arah Pasirwangi menuju objek wisata Darajat maupun sebaliknya mengalami hambatan total pada Selasa malam sekitar pukul 18.15 WIB. Mengingat jalur tersebut merupakan akses vital bagi mobilitas ekonomi petani lokal dan jalur pariwisata, penanganan segera menjadi prioritas utama pemerintah daerah.
Kronologi Penanganan Terpadu
Dinas PUPR Kabupaten Garut menerapkan strategi penanganan bertahap untuk memastikan efektivitas di lapangan:
Pembersihan Manual: Segera setelah hujan mereda pada malam hari, tim petugas lapangan diterjunkan untuk melakukan pembersihan awal. Menggunakan peralatan manual seperti sekop, petugas bahu-membahu menyingkirkan lapisan lumpur paling atas agar jalan tidak terlalu licin jika ada kendaraan darurat yang harus melintas.
Mobilisasi Alat Berat: Mengingat volume lumpur yang cukup besar dan panjang area terdampak, pengerahan tenaga manusia saja tidak mencukupi. Pada pukul 21.25 WIB, satu unit alat berat jenis loader tiba di lokasi kejadian.
Normalisasi Jalur: Dengan bantuan alat berat, proses pengangkatan material lumpur dapat dilakukan jauh lebih cepat. Fokus utama tim adalah mengembalikan fungsi badan jalan agar dapat dilalui kembali secara normal sebelum aktivitas masyarakat dimulai pada Rabu pagi.
