Ngabuburit atau Fashion Show?

istimewa
Ngabuburit atau Fashion Show?
0 Komentar

Menariknya, jika diperhatikan sepanjang Ramadhan, cara orang berpakaian saat ngabuburit juga seperti memiliki alur cerita kecil. Di awal Ramadhan, suasananya biasanya masih santai.

Orang keluar rumah dengan pakaian sederhana kaos longgar, sandal santai, atau pakaian rumah yang hanya sedikit dirapikan. Fokus utama masih pada kolak, gorengan, dan bagaimana bertahan dari godaan es buah yang berjejer di pinggir jalan.

Memasuki pertengahan Ramadhan, situasinya mulai berubah. Jalanan semakin ramai, tempat nongkrong semakin penuh, dan outfit yang muncul mulai terlihat lebih “niat”. Ada yang memadukan kemeja koko dengan sneakers, ada yang tampil dengan gamis kasual yang modis, ada pula yang memilih gaya streetwear yang santai tetapi tetap tampak direncanakan.

Baca Juga:Hujan Deras Picu Bencana Hidrometeorologi di Pasirwangi, 2  Rumah Rusak dan Jalan Tertutup Material Tanah83 Orang Hadiri Buka Puasa Bersama di Rutan Garut, Hangatkan Kebersamaan Warga Binaan dan Keluarga

Tanpa disadari, ruang publik sore hari mulai terasa seperti runway kecil yang berjalan pelan-pelan.

Menjelang akhir Ramadhan, suasana kota biasanya mencapai puncaknya. Pengkolan semakin padat, alun-alun penuh oleh orang berjalan sore, dan toko-toko pakaian dipenuhi pengunjung yang tampak sedang melakukan riset mode dengan sangat serius. Ngabuburit tidak lagi sekadar aktivitas menunggu adzan, tetapi juga menjadi kesempatan berjalan-jalan, melihat-lihat, dan kalau jujur sedikit mempertontonkan gaya.

Media sosial tentu memperkuat cerita ini. Hampir setiap sudut kota bisa berubah menjadi latar foto: trotoar, taman, kedai kopi, bahkan gerobak takjil yang tiba-tiba terlihat artistik ketika difoto dengan filter yang tepat.

Outfit yang dipakai tidak lagi hanya dinikmati oleh orang yang kebetulan lewat, tetapi juga oleh kamera ponsel yang siap mengabadikan momen. Tanpa disadari, ngabuburit menjadi pengalaman visual bukan hanya tentang menunggu waktu berbuka, tetapi juga tentang bagaimana seseorang ingin tampil dalam cerita kecil di layar ponsel.

Tentu saja fenomena ini tidak perlu dibaca dengan nada sinis. Justru di situlah sisi manusiawinya. Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang perjumpaan sosial yang terasa lebih hangat. Orang keluar rumah, bertemu teman, berjalan santai, tertawa, dan menikmati sore yang terasa sedikit lebih lambat dari hari biasa.

0 Komentar