BUMDes di Garut Ini Catat Omzet Rp4,3 Miliar, PADes Tembus Rp503 Juta

Feri/Radar Garut
rapat peruntukan dan pembagian insentif bagi kelembagaan kemasyarakatan desa yang bersumber dari PADes
0 Komentar

Menurut Mamun, pola distribusi PADes tersebut menunjukkan bahwa hasil usaha desa benar-benar kembali kepada masyarakat untuk memperkuat berbagai aspek kehidupan sosial dan pembangunan di Desa Keramatwangi.

“Kami merasa bangga dengan kinerja Pemerintah Desa Keramatwangi dan pengelola BUMDes. Ini bisa menjadi contoh bagi desa-desa lain bahwa potensi desa jika dikelola dengan baik akan memberikan dampak ekonomi yang besar,” katanya.

Ia juga menilai keberhasilan BUMDes Kramat Jaya tidak lepas dari kepemimpinan Kepala Desa Keramatwangi, Rana Diana,yang dinilainya memiliki visi kuat dan komitmen dalam memajukan pembangunan desa.

Baca Juga:Di Bawah Atap Bambu yang Rapuh, Keluarga Pemulung di Garut Bertahan HidupPetani Bayongbong Gigit Jari, Mentimun Siap Panen Habis Dicuri Semalam

Menurut Mamun, keberhasilan pembangunan desa setidaknya harus ditopang oleh empat prinsip kepemimpinan yang ia sebut sebagai “4T”.

Pertama adalah The Big Dream, yakni kepala desa harus memiliki mimpi besar. Dalam hal ini, Desa Keramatwangi memiliki mimpi untuk menjadikan wilayahnya sebagai desa wisata berkelas dunia di kawasan Gunung Papandayan.

Kedua, The Big Hope, yaitu harapan besar bagi kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan ekonomi desa yang mandiri.

Ketiga adalah The Big Action, yakni langkah nyata untuk mewujudkan mimpi tersebut, termasuk melalui pengembangan destinasi wisata, peningkatan fasilitas, serta kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan.

Dan yang keempat adalah The Big Success, yakni keberhasilan besar yang lahir dari mimpi, harapan, dan tindakan nyata yang dijalankan secara konsisten.

“Embrio kesuksesan itu sudah terlihat. Omzet dan PADes terus meningkat setiap tahun, dan dampaknya mulai dirasakan langsung oleh masyarakat Desa Keramatwangi,” ujar Ma’mun.

Ia optimistis capaian tersebut akan terus meningkat pada tahun-tahun mendatang. Terlebih pada 2026, kawasan Cisurupan dan sekitar Gunung Papandayan direncanakan menjadi tuan rumah festival layang-layang tingkat dunia yang diperkirakan akan menarik wisatawan dari berbagai negara.

Baca Juga:Kegiatan Keagamaan di Cibudug Leuwigoong Terus Dikembangkan Selama RamadhanPengemis Membludak Saat Ramadhan, Satpol PP Garut Perketat Pengawasan

Dengan potensi alam yang dimiliki serta pengelolaan desa yang semakin profesional, Desa Keramatwangi dinilai memiliki peluang besar untuk terus memperkuat sektor pariwisata sekaligus meningkatkan perekonomian desa.

“Dengan adanya event internasional ini, kami berharap kunjungan wisatawan semakin meningkat. Tentu dampaknya akan semakin besar bagi perekonomian desa dan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Mamun.(Feri)

0 Komentar