Ia menuturkan, jika permasalahan ini tidak selesai di ranah Inspektorat, maka pihaknya sepakat akan dilanjutkan ke ranah Aparat Penegak Hukum (APH).
“Maka kalau hari ini memang tidak selesai di ranah inspektorat, saya benar-benar yakin dan kami dari BEM, dari Forum Masyarakat Wanaraja Peduli Lingkungan, juga Kepala Desa Wanajaya, sudah sepakat untuk meninaklanjuti ke arah APH, untuk mensomasi hal ini,” tutur Azhar.
Kepala Desa Wanajaya, Iif Firman Nurdin, mengatakan bahwa untuk kondisi ril dilapangan warga yang terdampak banjir akibat proyek jalan tersebut sekitar 50 KK setelah adanya pembangunan dari akhir tahun 2025 hingga awal tahun 2026.
Baca Juga:BUMDes di Garut Ini Catat Omzet Rp4,3 Miliar, PADes Tembus Rp503 JutaDi Bawah Atap Bambu yang Rapuh, Keluarga Pemulung di Garut Bertahan Hidup
“Kondisinya, kalau sebelum pembangunan itu yang terdampak itu cuma 30 KK. Ketika sudah ada kegiatan dengan anggaran 378 juta di akhir tahun 2025 malah memuntah sampai di awal tahun 2026 yang terdampak itu menjadi 50 KK,” katanya.
Ia menyampaikan, saat ini masyarakat desa Wanajaya yang terdampak masih khawatir, ketakutan dan menunggu kepastian bantuan dari Pemkab Garut.
“Yang saya pastikan sampai saat ini masyarakat menunggu kepastiannya, rasa was-was, rasa miris, rasa ketakutan yang tiap hari menghantui masyarakat. Yang setidaknya ini menjadi PR besar saya sebagai Kepala Desa,” katanya.
Lanjut Iif, ia meminta doa agar masyarakat desa Wanajaya bisa terselamatkan dari segala bencana apapun, karena dampak yang dirasakan masyarakat juga mencakup materi dan non materi.
“Akibat dari banjir itu faktanya tadi yang dirugikan beberapa kerugian materi dan non-materi,” ucapnya.
Ia berharap, dengan adanya audiensi lanjutan ini agar ada tindak lanjut, serta Pemkab Garut bisa mengalokasikan anggaran dari BTT untuk bantuan kepada masyarakat Wanajaya yang terdampak.
“Harapannya segera ditindak lanjut, saya berharap dengan audiensi yang kedua ini mungkin setidaknya membawa angin segar. Jadi poin-poinnya sudah dicantumkan juga ya, mudah-mudahan bisa dianggarkan dari BTT di situ,” ungkapnya.
Baca Juga:Petani Bayongbong Gigit Jari, Mentimun Siap Panen Habis Dicuri SemalamKegiatan Keagamaan di Cibudug Leuwigoong Terus Dikembangkan Selama Ramadhan
Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga di PUPR Garut, Diki, mengatakan selama ini pihaknya melakukan berbagai penanganan khususnya di badan jalan dan ruang jalan serta drainase yang ada di sekitar area semangen.
