50 KK Terdampak Banjir Akibat Proyek Jalan Semangen, BEM IPI Desak Pemkab Garut Gunakan Dana BTT

(Rizka/Radar Garut)
Audiensi BEM IPI di DPRD Komisi II (Rizka/Radar Garut)
0 Komentar

GARUT – Badan Eksekutif Mahasiswa Institut Pendidikan Indonesia (BEM IPI) Garut, beserta masyarakat wanaraja peduli lingkungan, mendatangi Komisi II DPRD Garut untuk melakukan Audiensi lanjutan terkait dampak dari proyek rekontruksi jalan Semangen Wanajaya, di Desa Wanajaya, Kecamatan Wanaraja.

Proyek rekontruksi jalan Semangen Wanajaya tersebut, merupakan suatu proyek pengerjaan dari salah satu perusahaan/CV yang menimbulkan dampak banjir ke desa Wanajaya, sehingga banyak masyarakat terdampak atas proyek jalan tersebut.

Ketua BEM IPI Garut, Azhar Gifari, mengatakan bahwa pihaknya merasa kecewa dengan audiensi lanjutan ini, karena ketidak hadirnya Kepala Dinas PUPR Garut.

Baca Juga:BUMDes di Garut Ini Catat Omzet Rp4,3 Miliar, PADes Tembus Rp503 JutaDi Bawah Atap Bambu yang Rapuh, Keluarga Pemulung di Garut Bertahan Hidup

“Ini jadi salah satu keprihatinan saya sebagai mahasiswa, juga dari kawan-kawan BEM juga. Bukti konkret bahwasannya Garut itu sedang tidak baik-baik saja dari skala pemerintahnya,” ujarnya saat diwawancarai di Ruangan Komisi II DPRD Garut.

Menurut Azhar, untuk poin pada audiensi lanjutan ini sama dengan sebelumnya, bahkan yang dikatakan Kabid Bina Marga di PUPR pun hanya sekedar bekal dari Kadis PUPR untuk menunggu anggaran dari dana perubahan.

“Tapi dana perubahan ini kan cukup lama gitu kan, memakan waktu lama. Sekarang kan musim hujan semakin tiap hari lah gitu ya, jangan sampai dana perubahan ini munculnya itu jadi nyawa gitu kan pada akhirnya,” katanya.

Azhar menolak terkait keputusan PUPR untuk menunggu anggaran dari dana perubahan, karena kondisinya sudah memasuki status bencana, sehingga ia meminta Pemkab Garut untuk segera mengalokasikan bantuan dari anggaran BTT tahun 2025 yang masih tersisa.

“Makanya saya meminta kepada Pak Bupati, Wakil Bupati, Ketua DPRD, bahkan Sekda. Ini harus didorong dan nilaikan ke anggaran BTT, karena anggaran BTT itu setahu saya masih ada di anggaran 2025, itu sekitar Rp1,5 miliar,” lanjutnya.

Azhar menyoroti terkait inspektorat yang ditugaskan untuk mengaudit proyek tersebut, menurutnya, ia merasa ragu dengan kinerja Inspektorat, sehingga ini menjadi suatu kekecewaan.

“Karena kemarin itu bilangnya ada investigasi dan pengumpulan-pengumpulan data, tapi pas tadi hadir seolah-olah dia lupa, ini menjadi salah satu keecewaan juga bagi saya,” tambahnya.

0 Komentar