RADARGARUT– Mudik Lebaran merupakan tradisi tahunan yang selalu dinanti jutaan masyarakat Indonesia. Namun, setiap tahunnya, kemacetan parah menjadi momok yang sulit dihindari, terutama di jalur darat utama.
Untuk Lebaran 2026, pemerintah melalui Kementerian Perhubungan, Korlantas Polri, dan berbagai instansi terkait telah merilis prediksi arus mudik yang cukup detail. Prediksi ini didasarkan pada survei nasional, pola tahun sebelumnya, serta penggunaan teknologi seperti AI untuk memetakan pergerakan masyarakat.
Menurut data Kemenhub dan Polri, potensi pergerakan masyarakat selama periode Lebaran 2026 mencapai sekitar 143,9 juta orang, turun sedikit dibandingkan realisasi 2025 yang mencapai 146,4 juta orang atau terdapat penurunan sekitar 1,75%.
Baca Juga:Mengubah Jalan Berbatu Jadi Akses Layak! Bupati Syakur Amin Tinjau Rencana Pembangunan Jalan Cimahi-CisewuJadwal Final Four Proliga 2026 Lengkap: Tanggal, Venue, Tim Peserta, dan Prediksi Grand Final
Dari jumlah tersebut, sekitar 76 juta orang diperkirakan menggunakan kendaraan pribadi, sementara sisanya memilih moda transportasi umum seperti kereta api, bus, pesawat, dan kapal laut. Lonjakan ini diprediksi membuat Tol Trans Jawa kembali menjadi jalur tersibuk dan paling rawan macet.
Jadwal Puncak Arus Mudik dan Arus Balik 2026
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang cenderung memiliki satu puncak utama, arus mudik Lebaran 2026 diprediksi terjadi dalam dua gelombang utama.
Hal ini disebabkan oleh kebijakan work from anywhere (WFA) bagi ASN dan swasta, serta pola libur yang memungkinkan masyarakat berangkat lebih fleksibel.
Gelombang pertama: 14-15 Maret 2026 sekitar H-7 hingga H-6 Lebaran. Didominasi pekerja swasta dan masyarakat yang ingin menghindari puncak kemacetan.
Gelombang kedua: 18–19 Maret 2026, H-3 hingga H-2 Lebaran. Diprediksi menjadi periode kemacetan paling parah, dengan volume kendaraan mencapai ratusan ribu per hari di gerbang tol utama.
Untuk arus balik, pola serupa juga terjadi:
Gelombang pertama: 24–25 Maret 2026
Gelombang kedua: 28–29 Maret 2026
Hindari bepergian pada tanggal-tanggal tersebut jika memungkinkan, terutama jika menggunakan jalur darat.
Titik Rawan Macet Jalur Mudik Lebaran 2026
Jalur utama yang paling berpotensi macet parah adalah Tol Trans Jawa, diikuti jalur Pantura serta arteri di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Berikut beberapa titik krusial yang sering menjadi bottleneck:
- Gerbang Tol Cikampek Utama, Pintu keluar Jakarta menuju timur, volume bisa mencapai 200.000-259.000 kendaraan per hari pada puncak.
- Tol Cipali (Cikopo–Palimanan), Rest area KM 130 dan KM 166 sering overload, menyebabkan antrean panjang.
- Jalur Pantura Jawa Tengah, Titik seperti Kaligawe Semarang, Sayung, Walisongo, dan ruas Kendal rawan banjir serta pasar tumpah.
- Bottleneck di sekitar Semarang, Solo, dan Yogyakarta, Termasuk simpang susun, perlintasan kereta api sebidang, dan akses keluar-masuk tol.
- Pelabuhan Merak–Bakauheni, antrean kapal dan kendaraan di dermaga sering mencapai puluhan kilometer.
- Jalur selatan Jawa (via Nagreg, Tasikmalaya, hingga selatan Jateng), Rawan longsor dan kemacetan di daerah pegunungan.
