Menurutnya, Garut Kreatif Space ini berjalan selama masa kepemimpinan Syakur-Putri, dan ia berharap kegiatan ini tetap eksis ketika nantinya memasuki masa estafet kepemimpinan Bupati selanjutnya.
“Kalau ini mah program UMKM jangka panjang, pendidikan, pelatihan, pemberdayaan UMKM jangka panjang,” lanjutnya.
Putri mengatakan, kegiatan ini bukan relokasi para PKL, melainkan pihaknya mencari pedagang yang terlihat kreatif, mempunyai potensi, namun tidak memiliki tempat untuk berdagang, dan untuk jumlah pedagang tengah dilakukan pendataan. “Jumlahnya lagi di mapping berapa,” katanya.
Baca Juga:Program MBG Gerakkan Ekonomi Desa, Pelaku UMKM Rasakan DampaknyaKonflik Timur Tengah: Bupati Imbau Jemaah Umrah Garut Tunda Keberangkatan
Ia mengungkapkan, cara untuk menghidupkan GP tentu harus ada keramaian dulu agar pengunjung tertarik, seperti hal nya Pelayanan Publik dari Disdukcapil akan rutin satu bukan sekali diadakan.
“Itu tadi ngumpulin gimana caranya ini keramaian. Jadi harus rame dulu intinya. Pelayanan publik pun kan mau disini ya rutin satu bulan sekali, biar rame, di sini bukan cuma soal kurang pembeli, tapi kurang daya tarik yang didagangin juga,” ungkapnya.
Ia menambahkan, hadirnya Pemkab di Garut Plaza ini sesuai dengan keinginan Komite Ekraf GP untuk bersama-sama membangun ekosistem di Garut Plaza.
“Makanya kita mau bikin ekosistem baru, tadi kata Ketua Komite Ekraf kita tuh butuh pemerintah untuk membangun ekosistem, sisanya masyarakat yang ngisi,” tambahnya.
Putri menyoroti terkait fasilitas bangunan di Garut Plaza yang terlihat kumuh, menurutnya, pihaknya tengah mendiskusikan dengan pihak Garut Plaza.
“Lagi dipikirin, Lantai 2 kan gelap, panas, saya bilang kalau mau ada investasi dari pemerintah, pikirin gimana caranya ini bisa berjalan tanpa listrik, ini bisa berjalan tanpa pembangunan berlebihan tapi efek ergonomis efektif efisien sirkulasinya,” tutup Putri. (Rizka)
