Warga Aceh Panic Buying BBM: Antrean Mengular di SPBU, Dipicu Kekhawatiran Stok Nasional

(Istimewa)
Antrian mengular di SPBU Aceh akibat panic buying BBM (Istimewa)
0 Komentar

RADARGARUT– Fenomena panic buying bahan bakar minyak (BBM) melanda sejumlah wilayah di Provinsi Aceh sejak Rabu 4 Maret 2026.

Ribuan warga berbondong-bondong mendatangi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dan pertashop, membawa jeriken berbagai ukuran untuk menimbun Pertalite, Pertamax, maupun Solar. Antrean kendaraan roda dua dan empat mengular hingga mencapai 1 kilometer di beberapa titik, sementara antrean pejalan kaki dengan jeriken memadati area SPBU hingga malam hari.

Kejadian ini terutama terjadi di Kabupaten Aceh Tengah termasuk Takengon, serta menyebar ke Bener Meriah, Banda Aceh, dan Lhokseumawe. Di SPBU Jalan Lintang, Takengon, ratusan warga terlihat memadati area pengisian sejak sore hari.

Baca Juga:Polsek Bungbulang Terima 60 Knalpot Brong Secara Sukarela dari OKP, Wujud Sinergi Jelang RamadhanVivo X300 Ultra: Spesifikasi Monster dan Raja Baru Kamera Smartphone 2026

Banyak yang rela menunggu berjam-jam hanya untuk mengisi tangki kendaraan atau jeriken. Akibat lonjakan permintaan mendadak, beberapa SPBU sempat kehabisan stok sementara, memaksa warga beralih ke lokasi lain.

Pemicu utama aksi panic buying ini adalah kekhawatiran masyarakat terhadap ketersediaan BBM nasional, yang dipicu oleh pernyataan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang menyebut cadangan BBM nasional hanya cukup untuk sekitar 20-25 hari ke depan.

Pernyataan tersebut, ditambah isu konflik geopolitik di Timur Tengah termasuk Iran-AS-Israel dan potensi penutupan Selat Hormuz, membuat warga panik. Banyak yang mengaitkannya dengan pengalaman masa lalu saat bencana alam membuat distribusi BBM terganggu.

Salah seorang warga Kabupaten Bener Meriah, Indra (32), mengaku sengaja mengantre panjang di SPBU Tan Saril, Aceh Tengah, demi mengisi Pertalite untuk sepeda motornya.

“Kami takut bensin habis dan susah dicari seperti waktu bencana dulu. Apalagi dengar berita perang di luar sana, lebih baik stok sekarang,” ujarnya.

Warga lain di Takengon juga menyampaikan hal serupa. Adi (25) pengendara motor yang enggan disebut namanya mengatakan,”Saya bawa jeriken 10 liter karena khawatir kalau besok SPBU kosong. Daripada nanti repot, mending isi sekarang meski harus antre berjam-jam,” katanya.

Akibat panic buying ini, harga BBM eceran di beberapa kios melonjak tajam, mencapai Rp20.000 per liter untuk bensin di Pegasing, Aceh Tengah jauh di atas harga resmi Pertalite Rp10.000 per liter.

0 Komentar