Mencari Solusi 'Bau' dan Limbah: Pakar Kampus Turun Tangan Modernkan Sukaregang Garut

(Istimewa)
IPB dan AIC cari solusi masalah penanganan limbah kulit Garut melalui kolaborasi dengan pemerintah Garut (Istimewa)
0 Komentar

RADARGARUT– Dunia akademik kini turun tangan langsung untuk memberikan solusi nyata bagi permasalahan industri di daerah.

IPB University, bekerja sama dengan Australia-Indonesia Centre (AIC), resmi memulai proyek riset dan pengembangan terintegrasi untuk memperkuat ekosistem industri kulit di Kabupaten Garut.

Wakil Rektor IV IPB University Bidang Konektivitas Global, Kerjasama, dan Alumni, Iskandar Z. Siregar, mengungkapkan bahwa pendekatan yang digunakan kali ini adalah pendekatan holistik melalui sebuah concept note yang komprehensif.

Baca Juga:Warga Aceh Panic Buying BBM: Antrean Mengular di SPBU, Dipicu Kekhawatiran Stok NasionalPemerintah Kabupaten Garut Gelar Bazar Ramadan di Garut Plaza, Integrasikan Pelayanan Publik dan Belanja

Inisiatif ini bertujuan untuk menjembatani kesenjangan antara potensi besar kulit Garut dengan standar kebutuhan industri global yang semakin ketat dan membangun kolaborasi kuat dengan pemerintah Garut.

Langkah awal dari kerja sama ini adalah melakukan audit masalah secara mendalam. IPB University tidak ingin memberikan solusi yang bersifat “satu ukuran untuk semua”, melainkan solusi yang spesifik sesuai dengan karakteristik unik industri di Garut.

Iskandar menekankan pentingnya identifikasi masalah yang akurat sebelum mengeksekusi strategi pengembangan.

“Kami akan melakukan identifikasi rinci mengenai permasalahan apa yang dihadapi sektor kulit saat ini,” jelasnya.

Fokus identifikasi tersebut mencakup aspek keberlanjutan, efisiensi energi dalam proses penyamakan, hingga sertifikasi internasional yang sering menjadi penghambat ekspor produk kulit Indonesia ke mancanegara.

Keterlibatan AIC memberikan dimensi internasional dalam proyek ini. Sebagai lembaga yang mengoordinasikan kolaborasi antara universitas-universitas di Australia dan Indonesia, AIC membawa perspektif riset global yang dapat diterapkan secara lokal di Garut.

Hal ini memungkinkan adanya pertukaran inovasi terbaru dalam teknologi pemrosesan kulit yang lebih efisien dan minim dampak lingkungan.

Baca Juga:Polsek Bungbulang Terima 60 Knalpot Brong Secara Sukarela dari OKP, Wujud Sinergi Jelang RamadhanVivo X300 Ultra: Spesifikasi Monster dan Raja Baru Kamera Smartphone 2026

Iskandar menambahkan bahwa kunci keberhasilan dari konsep “Integrated Industrial Development” ini adalah inklusivitas. Seluruh pihak harus bergerak dalam satu irama yang sama untuk menciptakan perubahan yang berkelanjutan.

“Tim akan mencoba perkuat konsep perencanaan dengan melibatkan seluruh stakeholder terkait agar implementasinya berjalan optimal,” tambahnya.

Proyek ini diharapkan mampu mengubah wajah industri kulit Garut menjadi lebih modern tanpa meninggalkan kearifan lokalnya.

Dengan dukungan data dari IPB dan jaringan global dari AIC, industri kulit Garut bersiap melakukan lompatan besar dari industri tradisional menuju industri yang berbasis pengetahuan dan inovasi tinggi. (*)

0 Komentar