Langkah Pemerintah AntisipasiUntuk mengatasi kerentanan ini, pemerintah berencana mengalihkan sebagian impor minyak dari Timur Tengah ke Amerika Serikat.
Bahlil menyatakan Pertamina telah menandatangani MoU dengan perusahaan energi AS seperti Chevron dan ExxonMobil untuk meningkatkan pasokan.
Selain itu, pembangunan fasilitas penyimpanan minyak strategis di Sumatra menjadi prioritas agar cadangan bisa mencapai standar internasional 90 hari.
“Pertama storage kita harus dibangun dulu, minimal untuk 3 bulan,” tegasnys.
Baca Juga:Perayaan Cap Go Meh 2577/2026 di Garut: Bupati Garut Tekankan Keberagaman sebagai Kekuatan BangsaPrediksi Lebaran 2026: Kapan Idul Fitri 1447 H Jatuh? Ini Bocoran Tanggal Versi Pemerintah dan Muhammadiyah
Langkah ini diharapkan mengurangi ketergantungan pada jalur Timur Tengah yang rawan konflik.
Pengamat energi menilai cadangan 20 hari ini jauh di bawah standar negara maju. Jika konflik AS-Iran berlanjut, Indonesia bisa menghadapi tekanan fiskal berat, pelemahan rupiah, hingga inflasi yang memukul daya beli masyarakat.
Jusuf Kalla (JK) bahkan memperingatkan potensi lonjakan harga minyak dan kelangkaan BBM jika situasi tak kunjung mereda.
Pemerintah terus memantau perkembangan dan menjamin pasokan BBM aman menjelang hari raya, namun masyarakat diimbau untuk tidak panik memborong BBM. Ketahanan energi nasional kini menjadi ujian besar di tengah gejolak global. (*)
