Rutan Garut Bagikan Perlengkapan Alat Mandi kepada Warga Binaan, Pastikan Hak Dasar Terpenuhi

istimewa
Rutan Garut Bagikan Perlengkapan Alat Mandi kepada Warga Binaan, Pastikan Hak Dasar Terpenuhi
0 Komentar

GARUT – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Garut kembali menegaskan komitmennya dalam pemenuhan hak dasar warga binaan. Salah satu komitmen tersebut diwujudkan dengan membagikan perlengkapan alat mandi kepada seluruh penghuni rutan, Selasa (3/3/2026).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Rutan Garut, Muchamad Ismail, bersama jajaran pejabat struktural serta petugas pemasyarakatan. Pembagian dilakukan langsung ke setiap kamar hunian guna memastikan seluruh warga binaan menerima perlengkapan secara merata dan tepat sasaran.

“Perlengkapan yang dibagikan merupakan bagian dari upaya pemenuhan kebutuhan dasar warga binaan, sekaligus mendukung terciptanya lingkungan hunian yang bersih dan sehat di dalam rutan,” kata Kepala Rutan Kelas IIB Garut, Muchamad Ismail.

Baca Juga:PGE Area Kamojang Selesaikan Proyek Pemipaan 2 Sumur Produksi, Tambah Pasokan Energi Panas BumiPolres Tasikmalaya Gelar Gerakan Pangan Murah, Ratusan Warga Serbu Pasar Ramadan

Ia menjelaskan bahwa pemenuhan kebutuhan dasar warga binaan merupakan tanggung jawab negara yang harus dilaksanakan secara konsisten dan berkelanjutan.

“Pemasyarakatan tidak hanya berbicara soal keamanan dan pembinaan, tetapi juga memastikan hak-hak dasar warga binaan tetap terpenuhi. Salah satunya adalah kebutuhan akan perlengkapan kebersihan pribadi,” jelas Ismail.

“Hal ini penting agar mereka tetap dapat menjaga kebersihan diri selama menjalani masa pembinaan di dalam rutan,” sambungnya.

Ia menambahkan, lingkungan yang bersih dan sehat memiliki pengaruh besar terhadap kondisi fisik maupun psikologis warga binaan. Oleh karena itu, pihak rutan terus berupaya menjaga standar kebersihan dan kesehatan di dalam lingkungan hunian.

“Kami berupaya memastikan bahwa seluruh warga binaan memiliki akses terhadap fasilitas kebersihan yang memadai. Dengan kondisi lingkungan yang bersih, sehat, dan tertata, proses pembinaan yang dilakukan di rutan juga dapat berjalan lebih optimal. Ini merupakan bagian dari pendekatan pemasyarakatan yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan,” tambah Ismail.

Menurutnya, pelayanan pemasyarakatan saat ini menempatkan aspek kemanusiaan sebagai bagian penting dalam pembinaan warga binaan, tanpa mengesampingkan aspek keamanan dan ketertiban.

“Kami ingin memastikan bahwa selama menjalani masa pembinaan, warga binaan tetap diperlakukan secara manusiawi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pemenuhan kebutuhan dasar seperti ini merupakan bentuk nyata komitmen kami dalam memberikan pelayanan pemasyarakatan yang lebih baik,” katanya.

0 Komentar