Perayaan Cap Go Meh 2577/2026 di Garut: Bupati Garut Tekankan Keberagaman sebagai Kekuatan Bangsa

(Istimewa)
Bupati Garut hadiri perayaan Cap Gomeh 2026 (Istimewa)
0 Komentar

RADARGARUT– Suasana hangat dan penuh kebersamaan menyelimuti Vihara Dharma Loka, Jalan Guntur, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, pada Selasa, 3 Maret 2026.

Acara puncak perayaan Cap Go Meh 2577 Kongzili / 2026 Masehi berlangsung khidmat, dihadiri langsung oleh Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, beserta sejumlah tokoh masyarakat dan pemuka agama.

Kehadiran Bupati Syakur dalam perayaan yang menandai penutupan rangkaian Tahun Baru Imlek ini bukan sekadar seremonial, melainkan wujud nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Garut untuk terus menjaga toleransi lintas agama dan harmoni sosial di tengah masyarakat yang beragam.

Baca Juga:Prediksi Lebaran 2026: Kapan Idul Fitri 1447 H Jatuh? Ini Bocoran Tanggal Versi Pemerintah dan MuhammadiyahJadwal SIM Keliling Garut Maret 2026 Lengkap

Acara ini menjadi momen penting bagi komunitas Tionghoa Garut dan seluruh warga untuk bersyukur atas nikmat kehidupan serta memperkuat ikatan persaudaraan.

Dalam sambutannya, Bupati Abdusy Syakur Amin menyampaikan pesan mendalam tentang nilai keberagaman yang menjadi pondasi kekuatan bangsa Indonesia. Ia menekankan bahwa perbedaan bukanlah penghalang, melainkan sumber kekuatan yang harus dirawat bersama.

“Kita diciptakan sebagai bagian dari bangsa Indonesia yang memiliki keanekaragaman, baik dalam agama, fisik, suku, maupun ras,” ujarnya.

Ia juga mengaitkan perayaan ini dengan kondisi global yang penuh konflik, khususnya di Timur Tengah. Menurutnya, gejolak tersebut harus menjadi pengingat bagi seluruh rakyat Indonesia agar tetap menjaga persatuan dan kesatuan.

Mengusung tema “Harmoni dalam Keberagaman, Harmoni Nusantara”, Bupati menegaskan bahwa tema tersebut harus diwujudkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya sebagai slogan.

“Tema ini bukan sekedar basa-basi, melainkan satu keselarasan dalam perbedaan. Kita harus saling menghormati, menyayangi, dan mencintai sehingga terbina suatu konektivitas yang menyatu dalam diri kita. Menjadikan negara kita, Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai negara yang kuat, maju dan bermatabat,” tambahnya.

Pesan ini semakin relevan mengingat tahun 2026 menjadi tahun spesial di mana momentum Imlek dan Ramadan berdekatan, menciptakan simbol harmoni lintas agama yang langka dan patut diapresiasi.

Baca Juga:Bupati Garut Rencanakan Pembangunan Pabrik Pakan Ternak di Garut Selatan melalui Kolaborasi dengan TNI AUKapan Malam Lailatul Qadar 2026? Ini Perkiraan Tanggal, Ciri-Ciri, dan Amalan Terbaiknya

Sementara itu, Wakil Ketua Vihara Dharma Loka Garut, Erwindi Ramali, menjelaskan makna mendalam dari Cap Go Meh. Ia menegaskan bahwa perayaan ini bukan hanya soal tradisi lampion berwarna-warni, barongsai, atau hidangan khas, melainkan esensi persatuan.

0 Komentar