RADARGARUT– Shalat Tarawih adalah ibadah sunnah muakkad yang sangat dianjurkan dilakukan di bulan Ramadhan.
Meskipun kebanyakan umat Islam melaksanakannya secara berjamaah di masjid untuk mendapatkan pahala berlipat dan suasana lebih semangat, shalat tarawih sendirian di rumah tetap sah, boleh, dan sangat dianjurkan terutama bagi yang punya uzur seperti sakit, lelah, sibuk kerja, jaga anak kecil, atau kondisi lain yang membuat sulit ke masjid.
Hukum Shalat Tarawih Sendirian (Munfarid)
Menurut pandangan mayoritas ulama dari empat mazhab fiqih (Hanafi, Maliki, Syafi’i, Hanbali), hukum shalat tarawih adalah sunnah muakkad atau sunnah yang sangat dianjurkan dan sangat disayangkan jika ditinggalkan tanpa alasan kuat.
Adapun melaksanakannya secara sendirian:
Baca Juga:Polsek Bungbulang Gelar Tarawih Keliling dan Safari Ramadhan, Serahkan Mushaf Al-Qur’an untuk WargaJadwal Pertandingan Persib Bandung Minggu Ini Februari-Maret 2026: Persib vs Madura United di GBLA!
Menurut Mazhab Syafi’i: Boleh dilakukan sendirian, meskipun berjamaah lebih utama. Imam Nawawi dalam kitab Al-Majmu’ Syarh Al-Muhadzdzab menegaskan bahwa shalat tarawih sunnah dan sah dilakukan secara fardhu kifayah maupun munfarid.
Mazhab Hanafi & Hanbali: Sama, boleh sendirian dan tetap mendapatkan pahala sunnah.
Mazhab Maliki: Juga membolehkan, meski ada perbedaan kecil dalam jumlah rakaat.
Dalil utamanya adalah hadits Rasulullah SAW:
“Barangsiapa yang mendirikan shalat malam di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari & Muslim).
Hadits ini tidak membatasi harus berjamaah. Bahkan di masa pandemi atau saat sulit ke masjid, banyak ulama kontemporer menganjurkan shalat tarawih di rumah secara sendirian atau bersama keluarga agar tetap istiqamah menjalankan sunnah Ramadhan.
Shalat tarawih sendirian sah, dianjurkan, dan berpahala besar asal dilakukan dengan niat ikhlas dan khusyuk.
Jumlah Rakaat yang Dianjurkan
Pendapat yang paling kuat dan paling banyak diamalkan umat Islam adalah 20 rakaat + 3 rakaat witir atau total 23 rakaat.
Baca Juga:Polres Garut Tangkap Pengedar Sabu di Tarogong Kidul, Tersangka Dijanjikan Upah Rp500 Ribu per TransaksiBupati Garut Abdusy Syakur Amin Dorong Akselerasi Pembangunan di Garut Selatan: Fokus Hilirisasi
Ini berdasarkan amalan Sayyidina Umar bin Khattab RA yang mengumpulkan para sahabat untuk shalat tarawih 20 rakaat.
Ada juga pendapat 8 rakaat + witir dengan total 9 atau 11 rakaat yang lebih ringan, tapi mayoritas ulama lebih menguatkan 20 rakaat.
Untuk shalat sendirian, kamu bebas memilih sesuai kemampuan:
