Kuliner tradisional tetap menjadi favorit, namun kini hadir bersama inovasi yang lebih praktis dan sehat.
Aktivitas sosial dan ekonomi juga menunjukkan tren digitalisasi, dengan UMKM memaksimalkan kanal online dan gerakan kemanusiaan kian meluas lewat aksi sosial digital.
Secara keseluruhan, Ramadan 2026 tidak hanya menekankan nilai spiritual dan kebersamaan, tetapi juga mencerminkan adaptasi masyarakat terhadap gaya hidup modern.
Baca Juga:Momen Hangat Belanja Hemat! Diskon Hingga 45% di Promo JSM Superindo 16-18 Februari 2026Gagal Beraksi, Dua Pencuri Motor di Limbangan Diamankan Polisi dari Amukan Massa
Harmoni antara tradisi dan digitalisasi inilah yang menjadi ciri khas “vibes Ramadhan” tahun ini, menciptakan pengalaman puasa yang lebih kaya, hangat, dan relevan dengan era kekinian.(*)
