Akar Budaya dalam Cahaya Lampion: Menelusuri Jejak Imlek di Nusantara

Pinterest
Akar Budaya dalam Cahaya Lampion: Menelusuri Jejak Imlek di Nusantara. (Pinterest/radargarut.id)
0 Komentar

RADARGARUT.ID – Imlek atau Tahun Baru Cina, merupakan salah satu perayaan penting bagi masyarakat Tionghoa di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Perayaan ini bukan hanya soal perayaan tahun baru menurut penanggalan lunar, tetapi juga sarat dengan tradisi, makna budaya, dan simbolisme yang mendalam.

Sejarah Imlek

Imlek telah dirayakan selama ribuan tahun. Awalnya, perayaan ini berasal dari Tiongkok kuno sebagai bentuk rasa syukur atas panen dan harapan untuk tahun yang lebih baik.

Baca Juga:5 Ide Jualan Kue Basah Seribuan yang Paling Laris di 2026Zodiak Leo, Selasa 17 Februari 2026: Waktu Terbaik untuk Me Time dan Isi Ulang Energi

Menurut legenda, Imlek bermula sebagai cara untuk mengusir Nian, makhluk mitos yang konon muncul setiap akhir tahun untuk menakut nakuti warga.

Orang orang percaya bahwa Nian takut dengan warna merah, suara keras, dan cahaya terang.

Dari sinilah muncul tradisi menghias rumah dengan ornamen merah, menyalakan kembang api, dan memakai pakaian merah selama Imlek.

Makna Imlek

Imlek bukan sekedar pergantian tahun, tetapi juga sarat makna:

  • Keharmonisan keluarga: Momen ini menjadi waktu berkumpul bersama keluarga dan saling memaafkan
  • Keberuntungan dan Kemakmuran: Banyak tradisi Imlek yang bertujuan menarik keberuntungan dan rezeki, misalnya memberi angpao dan menata meja hidangan tertentu
  • Melestarikan Budaya: Imlek menjadi sarana menurunkan nilai-nilai budaya, simbol, dan legenda dari generasi ke generasi

Tradisi Perayaan Imlek

Berbagai tradisi unik mewarnai perayaan Imlek di Indonesia:

1. Membersihkan rumah

Menjelang Imlek, keluarga Tionghoa biasanya membersihkan rumah untuk “mengusir sial” dan menyambut energi baru.

2. Hiasan merah dan simbol keberuntungan

Rumah dihias dengan lampion merah, kertas hias bertuliskan kata-kata keberuntungan, dan gambar hewan zodiak tahun tersebut.

3. Reuni keluarga dan makan malam Imlek

Baca Juga:Tren Ramadhan 2026: Harmoni Antara Tradisi dan DigitalisasiMomen Hangat Belanja Hemat! Diskon Hingga 45% di Promo JSM Superindo 16-18 Februari 2026

Malam sebelum tahun baru, keluarga besar berkumpul untuk makan malam bersama, yang biasanya terdiri dari hidangan simbolis seperti ikan (melambangkan rezeki) dan kue keranjang (melambangkan kemanisan hidup).

4. Memberi angpao

Tradisi memberikan angpao kepada anak-anak atau orang yang lebih muda dipercaya membawa keberuntungan bagi penerimanya.

5. Atraksi budaya

Beberapa daerah juga mengadakan barongsai, lion dance, dan pertunjukan budaya lain yang meriah untuk menyemarakkan Imlek.

Imlek lebih sekedar perayaan tahun baru, ia adalah perpaduan amtara sejarah, budaya, dan simbolisme yang mempererat keluarga, membawa keberuntungan, dan menjaga warisan budaya Tionghoa tetap hidup.

0 Komentar