Puasa 2026: Inilah Tanggal Pemerintah dan Jadwal Sidang Isbat

(Ilustrasi ist/radargarut.id)
Puasa 2026: Inilah Tanggal Ditetapkan Pemerintah dan Jadwal Sidang Isbat. (Ilustrasi ist/radargarut.id)
0 Komentar

RADARGARUT.ID – Hitungan mundur menuju Ramadan 2026 sudah dimulai. Kalau melihat kalender Hijriah dari Kemenag, kemungkinan besar puasa dimulai pada Kamis, 19 Februari 2026 nanti.

Perlu diingat, estimasi tersebut masih bersifat prediksi. Kepastian mengenai kapan mulai berpuasa baru akan diputuskan setelah Kemenag RI menggelar sidang isbat untuk menetapkan awal Ramadan 2026 secara resmi.

Bagi yang menantikan kepastian awal puasa, pemerintah melalui Kemenag bakal melangsungkan sidang isbat pada Selasa sore, 17 Februari 2026.

Baca Juga:Perayaan Makin Meriah! 3 Resep Kue Khas Imlek Praktis untuk KeluargaHasil Drawing Piala Asia U-17 2026: Indonesia Satu Grup dengan Jepang, Tiongkok, dan Qatar

Bertempat di Kantor Kemenag Jakarta, sidang ini menjadi momen krusial untuk memutuskan kapan umat Muslim di Indonesia mulai menjalankan ibadah puasa tahun ini.

Proses Sidang Isbat Penetapan 1 Ramadan 2026

Secara astronomis, data hisab menunjukkan bahwa pada 17 Februari 2026, hilal di Indonesia masih berada di posisi bawah ufuk hingga ketinggian maksimal yang belum mencapai satu derajat, yakni antara -2° 24,71′ sampai 0° 58,08′. Sementara itu, sudut elongasinya juga masih relatif kecil, terpantau di angka 0° 56,39′ hingga 1° 53,60′.

“Kalau kita lihat dari sisi perhitungannya, posisi ini sebenarnya belum masuk dalam kriteria visibilitas hilal MABIMS,” ungkap Arsad Hidayat selaku Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah dikutip dari Disway.

Ia memaparkan bahwa ijtimak diprediksi baru akan terjadi pada 17 Februari 2026 sekitar pukul 19.01 WIB. Angka-angka ini menjadi fondasi awal dalam memetakan potensi penampakan hilal, yang nantinya akan divalidasi melalui hasil pengamatan langsung atau rukyatulhilal di sejumlah titik pemantauan di tanah air.

“Gabungan antara data perhitungan hisab dan fakta di lapangan lewat rukyat akan kita bedah dulu di sidang isbat. Barulah setelah itu, Menteri Agama akan menetapkannya secara resmi,” paparnya.

Kemenag juga memastikan bahwa titik-titik pengamatan hilal akan mencakup seluruh wilayah Indonesia.

Melibatkan sinergi antara tim ahli di daerah dan komunitas relawan, kata dia, pemantauan ini dijadwalkan berlangsung merata dari Aceh sampai Papua guna mendapatkan data yang akurat.

Baca Juga:Cara Cepat dan Aman Membersihkan Duri Ikan BandengViral Video TikTok Hina Tuhan, Seorang Satpam di Garut Berurusan dengan Polisi

“Kita melihat partisipasi daerah yang sangat jempolan. Banyak pihak yang tetap turun melakukan rukyat karena ini juga menjadi bagian dari syiar serta sarana edukasi yang baik untuk masyarakat,” katanya

0 Komentar