Danantara Perkuat Peran sebagai Motor Investasi Nasional, Targetkan Dorong Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

(Istimewa)
Danantara Indonesia (Istimewa)
0 Komentar

Tak hanya itu, proyek hilirisasi energi seperti bioethanol, bioavtur, dan Dimethyl Ether juga menjadi prioritas.

Sektor pangan pun tidak luput dari perhatian, termasuk penguatan industri poultry dan pengolahan garam guna meningkatkan nilai tambah produk dalam negeri.

Rosan menegaskan bahwa hilirisasi menjadi motor utama pertumbuhan investasi.

Sepanjang 2025, investasi pada sektor hilirisasi tercatat mencapai Rp584,1 triliun atau sekitar 30,2 persen dari total realisasi investasi nasional.

Baca Juga:Ramalan Zodiak 13 Februari 2026: Zodiak Ini Perlu WaspadaNegara Asean Bersatu Lawan Rasisme Knetz, Platform X Jadi Tempat War!

Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya dan menjadi indikator bahwa strategi hilirisasi mulai menunjukkan hasil positif.

“Danantara hadir untuk memastikan investasi tidak hanya menghasilkan return finansial, tetapi juga menciptakan lapangan kerja, memperkuat struktur industri, serta mendorong transformasi ekonomi nasional secara menyeluruh,” kata Rosan.

Secara keseluruhan, pipeline proyek hilirisasi lintas sektor tersebut memiliki potensi investasi sekitar USD26 miliar.

Proyek-proyek ini diperkirakan mampu menciptakan lebih dari 600 ribu lapangan kerja, baik secara langsung maupun tidak langsung, sehingga memberikan efek berganda bagi perekonomian.

Di tingkat global, Danantara juga aktif memperluas kemitraan strategis melalui kerja sama dengan sovereign wealth fund dan lembaga keuangan internasional.

Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat struktur pembiayaan serta meningkatkan kepercayaan investor terhadap iklim investasi di Indonesia.

“Indonesia memiliki fondasi ekonomi yang kuat. Tugas kita sekarang adalah memastikan momentum ini benar-benar diterjemahkan menjadi investasi riil, pertumbuhan industri yang berkelanjutan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” lanjutnya. (*)

0 Komentar