RADARGARUT– Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara Indonesia menegaskan komitmennya untuk menjadi penggerak utama investasi strategis nasional.
Lembaga ini menargetkan kontribusi konkret dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga mencapai 8 persen dalam beberapa tahun ke depan.
CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menyampaikan bahwa untuk mencapai target tersebut dibutuhkan strategi yang terstruktur dan berkelanjutan.
Baca Juga:Ramalan Zodiak 13 Februari 2026: Zodiak Ini Perlu WaspadaNegara Asean Bersatu Lawan Rasisme Knetz, Platform X Jadi Tempat War!
Danantara akan memperkuat pipeline proyek lintas sektor, memperluas kemitraan global, serta mempercepat program hilirisasi yang dinilai menjadi kunci transformasi ekonomi nasional.
“Investasi yang dijalankan Danantara Indonesia berorientasi pada dampak ekonomi nyata, bukan sekadar angka. Kami ingin memastikan investasi ini menciptakan nilai tambah bagi perekonomian nasional,” ujar Rosan kepada sejumlah awak media, Sabtu (14/02).
Menurutnya, dalam periode 2025–2029, Indonesia diproyeksikan membutuhkan total investasi Penanaman Modal Asing dan Penanaman Modal Dalam Negeri sekitar Rp13.000 triliun guna menopang target pertumbuhan ekonomi yang ambisius tersebut.
Kebutuhan investasi yang besar ini dinilai menjadi tantangan sekaligus peluang bagi Danantara untuk mengambil peran strategis.
Sebagai gambaran, realisasi investasi nasional pada 2025 tercatat mencapai Rp1.931,2 triliun.
Angka tersebut mampu menyerap lebih dari 2,7 juta tenaga kerja di berbagai sektor. Capaian ini menunjukkan bahwa investasi memiliki dampak langsung terhadap penciptaan lapangan kerja dan penguatan daya saing industri nasional.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Danantara telah menyiapkan pipeline investasi lintas sektor bernilai puluhan miliar dolar Amerika Serikat.
Proyek-proyek strategis yang masuk dalam perencanaan mencakup sektor hilirisasi mineral, energi baru dan terbarukan, agrikultur terintegrasi, infrastruktur digital, hingga pengolahan sampah menjadi energi atau waste-to-energy.
Baca Juga:Tolak Bala Dan Tarik Rezeki, Ini Ritual Untuk Shio Yang Chiong Di Tahun Kuda Api 2026Siap Tayang Di Korea, Film Jumbo Dapat Respon Positif Dari Knetz
Beberapa rencana investasi utama yang tengah disiapkan antara lain pengembangan fasilitas waste-to-energy di 33 kota di Indonesia sebagai solusi pengelolaan sampah sekaligus sumber energi alternatif.
Selain itu, Danantara juga akan mengembangkan investasi agrikultur terintegrasi baik di dalam maupun luar negeri guna memperkuat ketahanan pangan nasional.
Di sektor digital, pengembangan platform data center bersama operator global menjadi salah satu fokus utama.
Langkah ini dinilai penting untuk mendukung transformasi digital serta meningkatkan daya saing Indonesia di era ekonomi berbasis teknologi.
