GARUT – Jawa Barat menjadi salah satu provinsi dengan tingkat prevalensi Tuberkulosis (TBC) tertinggi di Indonesia. Kabupaten Garut pun termasuk daerah yang kemunkinan menghadapi tantangan serius dalam penanganan penyakit paru tersebut.
Menyikapi kondisi itu, kehadiran Klinik Utama Dr. H.A Rotinsulu Garut yang fokus pada penanganan penyakit paru diharapkan bisa berkontribusi dalam menekan angka TBC.
“Iya, di Jawa Barat sebenarnya cukup tertinggi di Indonesia ya karena memang penduduk Jawa Barat kan tinggi Indonesia nomor dua di dunia untuk TBC paru ya. Di Garut mungkin juga cukup tinggi begitu dan penyakit paru ini menjadi perhatian program kedua dari Bapak Presiden sekarang selain MBG ya,” ujar Dr dr Andi Basuki Prima Birawa Sp.S(k)M.A.R.S Direktur SDM Pendidikan dan Penelitian klinik Utama Dr.HA Rotinsulu Garut, Jumat (13/2) di acara khitanan massal dan penandatanganan prasasti.
Baca Juga:Jadwal Lengkap Futsal Nation Cup 2026: Catat Semua Pertandingannya!Galaxy A57 5G Hadir dengan Layar Super AMOLED 120Hz dan Fast Charging 45W
Ke depannya, kata Andi, Klinik Rounsulu tidak menutup kemungkinan untuk ditingkatkan statusnya menjadi rumah sakit khusus paru di Kabupaten Garut. Sekarang ini Rotinsulu di Bandung telah berstatus rumah sakit, sementara di Garut masih berbentuk klinik utama.
“Begini, Rotinsulu ini sudah rumah sakit tapi KUC Badak ini mungkin sebelumnya nanti kita lihat perkembangannya begitu. Memang sekarang ada beberapa regulasi yang mengatur hal tersebut. Jadi ketika klinik utama apakah menjadi rumah sakit dan kemudian juga nanti regulasi-regulasi lain yang katakanlah rumah sakit berbasis kompetensi itu jadi sistem rujukannya agak berbeda nanti dengan yang sekarang ini,” katanya.
Sementara itu, Bupati Garut Abdusy Syakur menyampaikan bahwa penyakit paru menjadi salah satu yang harus diwaspadai masyarakat. Menurutnya, masih banyak warga yang tidak menyadari telah mengidap gangguan paru.
Syakur sendiri mengaku dirinya pernah divonis memiliki penyakit paru walaupun 3merasa dalam kondisi sehat. Karena itu, ia menilai edukasi kepada masyarakat harus dilakukan secara lebih masif.
Ia juga mengapresiasi kehadiran Klinik Rotinsulu yang fokus menangani penyakit paru di Garut. Pemerintah Kabupaten Garut, lanjutnya, siap memberikan dukungan dalam bentuk sosialisasi kepada masyarakat terkait pencegahan dan penanganan penyakit paru.
