GARUT – Seni tradisional Kuda Renggong asal Cigagade, Kecamatan Limbangan, tampil memukau saat melintasi Jalan Babakan Tagih-Nyeplek, Kecamatan Leuwigoong.
Atraksi Kuda Renggong yang digelar dalam rangka hajatan khitanan dan mendapat sambutan hangat dari masyarakat sepanjang jalur yang dilalui.
Dalam penampilan yang digelar, tiga ekor kuda terlatih ditunggangi oleh anak yang dikhitan beserta anggota keluarganya.
Baca Juga:Ustadz Viral Nana Gerhana Ceramahi Warga Garut: Jangan Harapkan BLT Jika Masih MampuTerbaring Akibat Pecah Usus, Atlet PON Asal Garut Pilih Keluar dari Grup WA
Penampilan kuda-kuda tampak lincah dan atraktif, berjoget mengikuti irama musik dan lantunan lagu yang mengiringi arak-arakan.
Tak hanya kuda, para kru seni Kuda Renggong pun ikut menyanyi dan berjoget sambil berjalan kaki, menambah semarak suasana.
Sepanjang Jalan Nyeplek, arus lalu lintas sempat tersendat akibat antusiasme warga yang menyaksikan atraksi seni Kuda Renggong.
Meski demikian, situasi tetap terkendali berkat pengaturan dari petugas pengamanan dan unsur masyarakat setempat.
Seniman senior Kuda Renggong Leuwigoong, Abah Rudi, turut ambil bagian dalam atraksi tersebut. Ia tampil khas dengan mengenakan pangsi dan membawa pecut sebagai ciri khasnya.
Abah Rudi menjelaskan bahwa kru yang terlibat berasal dari beberapa wilayah.
“Kru yang mendukung penampilan Kuda Renggong pimpinan Yadi Limbangan, campuran dari Maha Kaya, Limbangan dan Leuwigoong,” kata Abah Rudi.
Baca Juga:Atlet PON Asal Garut Terbaring Sakit Berbulan-bulan, Keluhkan Minimnya PerhatianGPBG dan Nyaneut Masuk KEN 2026, Disparbud Garut Siap Genjot Pariwisata
Penampilan seni Kuda Renggong ini menarik perhatian warga yang dilintasi rombongan. Banyak di antara mereka yang menonton dari pinggir jalan, bahkan ikut bergoyang, terutama saat lagu-lagu kekinian dilantunkan.
Sementara itu, Budi, anggota ormas Leuwigoong yang membantu pengamanan, tampak sibuk memberi aba-aba kepada pengendara motor agar tetap bisa melintas dengan aman.
Kendaraan masih dapat melewati ruas jalan meski sebagian digunakan untuk atraksi seni.
Kru seni Kuda Renggong sempat beristirahat sejenak sebelum kembali melanjutkan penampilan hingga rangkaian acara selesai.(Pepen Apendi)
