Terbaring Akibat Pecah Usus, Atlet PON Asal Garut Pilih Keluar dari Grup WA

(Ale/Radar Garut)
Yayu memilih keluar grup whatsapp seminggu sebelum dirinya viral di media. (Ale/Radar Garut)
0 Komentar

GARUT – Siti Nur Rahayu (23), Salah seorang atlet Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024 asal Kabupaten Garut, dikabarkan terbaring selama berbulan-bulan akibat mengalami sakit serius berupa pecah usus.

Kondisi tersebut membuatnya terpaksa harus menjalani operasi besar dan perawatan intensif, hingga harus dirujuk ke rumah sakit Welas Asih Bandung atas perintah Gubernur Jawa Barat.

Siti Nu Rahayu merupakan atlet cabang olahraga rugby yang selama ini aktif membela Kabupaten Garut.

Baca Juga:Atlet PON Asal Garut Terbaring Sakit Berbulan-bulan, Keluhkan Minimnya PerhatianGPBG dan Nyaneut Masuk KEN 2026, Disparbud Garut Siap Genjot Pariwisata

Ia mengungkapkan bahwa kondisi kesehatannya sudah diketahui oleh pihak Cabang Olahraga (cabor) sejak sebelum menjalani operasi.

“Ketua cabor tahu, pelatih juga tahu kalau saya mau dioperasi, ada salah satu pelatih yang sempat datang kesini waktu itu,” ujar Yayu, sapaan akrabnya, Kamis 4 Februari 2026.

Terkait kabar dirinya keluar dari grup WhatsApp rugby, Yayu menjelaskan bahwa ia sudah keluar dari grup tersebut sekitar satu minggu yang lalu sebelum dirinya viral.

Namun, ia menegaskan bahwa kondisi sakit yang dialaminya sudah lebih dulu diketahui oleh rekan-rekan dan pihak cabor.

“Sudah keluar dari grup WA Rugby seminggu yang lalu tapi kondisi ini sudah diketahui mereka, dengan keluarnya saya pun tidak ada konfirmasi kenapa,” katanya.

Ia pun menyampaikan bahwa dirinya tidak menyangka persoalan ini akan menjadi perhatian semua pihak. “Kebetulan saya juga tidak tahu akan viral seperti ini, pas saya keluar dari grup itu tiba-tiba ada wartawan,” ucapnya.

Sementara itu, terkait pernyataan bahwa Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Garut yang disebut tidak mengetahui kondisi tersebut, Yayu menegaskan bahwa dirinya telah melakukan konfirmasi langsung ke pihak Cabor.

Baca Juga:Hujan Deras Picu Longsor di Sukaresmi Garut, TPT Ambruk dan Akses Jalan Tertimbun5 Psikopat Paling Ikonik Sepanjang Masa dalam Film dan Sastra 

“Katanya KONI tidak tahu, tapikan saya sudah konfirmasi ke pihak Cabornya langsung,” ujarnya.

Meski begitu, ia memilih untuk tidak banyak berkomentar terkait hal-hal lain yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman.

Ia menegaskan bahwa dirinya masih ingin menjaga hubungan baik dengan lingkungan olahraga yang telah membesarkan namanya.

“Takut salah paham, tapi untuk masalah yang lainnya saya tidak bisa ngomong secara langsung karena masih menjaga silaturahmi karena saya besar disitu. Saya tidak memungkinkan untuk menjelekan mereka,” pungkasnya. (Ale)

0 Komentar