Jadi Ancaman Nyata, Ini Dampak Penggunaan AI Berlebih!

(Unsplash/radargarut.id)
Ilustrasi komponen AI (Unsplash/radargarut id)
0 Komentar

RADARGARUT.ID – Penggunaan kecerdasan buatan atau Artificial Intellegence (AI) yang berlebihan, terutama model generatif seperti ChatGPT atau Gemini, memberikan dampak lingkungan serius.

Ledakan AI meningkatkan konsumsi energi, emisi karbon, dan penggunaan air secara masif, memperburuk krisis iklim jika tidak dikendalikan.

Konsumsi Energi yang Melonjak

Data center AI mengonsumsi listrik besar. Menurut International Energy Agency (IEA, 2025), konsumsi listrik data center global mencapai sekitar 415 TWh pada 2024 dan diproyeksikan mendekati 945 TWh pada 2030 hampir dua kali lipat.

Baca Juga:Kartu ATM Tertelan? Begini Langkah Cepat & AmanNekat Akhiri Hidup Karena Tak Mampu Beli Alat Sekolah: Bocah Di NTT Jadi Refleksi Kondisi Ekonomi Indonesia

AI menyumbang pertumbuhan signifikan, dengan satu query generatif bisa 10 kali lebih boros daripada pencarian Google biasa.

Emisi Karbon yang Meningkat

Banyak data center bergantung energi fosil, sehingga emisi CO₂ melonjak.

Peneliti, Alex de Vries-Gao memperkirakan jejak karbon AI mencapai 32,6 sampai 79,7 juta ton CO₂ pada 2025, setara emisi seluruh New York City.

Ia menyatakan bahwa biaya lingkungan ini bukan menjadi tanggungan biaya perusahaan teknologi saja namun juga merupakan beban bagi masyarakat.

“Biaya lingkungan ini cukup besar secara absolut. Saat ini masyarakat yang menanggung biaya ini, bukan perusahaan teknologi,” katanya.

Penggunaan Air yang Fantastis

Karena bekerja tanpa henti maka mesin server akan cenderung panas. Pendinginan server ini yang memakan air besar-besaran.

Estimasi de Vries-Gao menunjukkan penggunaan air AI mencapai 312–765 miliar liter pada 2025—melebihi konsumsi air botol global tahunan.

Baca Juga:Rilis Jutaan Dokumen yang Mengguncang Dunia: Files Epstein Jadi Sorotan DuniaCara Mengetahui Password WiFi dari Komputer yang Sudah Terkoneksi (Windows 10/11)

Penggunaan berlebih seperti generate gambar/video sia-sia atau query panjang memperbesar dampak ini.

Meski AI bisa optimasi energi hijau, kerusakan lingkungannya lebih dominan tanpa transisi ke energi terbarukan.

Kemajuan teknologi dan hadirnya AI seharusnya tidak membuat kita ketergantungan dan lupa bahwa sebagai manusia kita memiliki kewajiban untuk melindungi alam.

Selain itu kebiasaan menggunakan AI dapat menurunkan kreatifitas dan kemampuan berpikir kritis. (*)

0 Komentar