Hujan Deras Picu Longsor di Sukaresmi Garut, TPT Ambruk dan Akses Jalan Tertimbun

istimewa
Hujan Deras Picu Longsor di Sukaresmi Garut, TPT Ambruk dan Akses Jalan Tertimbun.(Istimewa)
0 Komentar

GARUT – Hujan deras dengan intensitas tinggi beberapa waktu lalu mengguyur Kabupaten Garut, hingga mengakibatkan bencana longsor terjadi di Kp. Cihaneut RT 001 RW 002, Desa Sukalilah, Kecamatan Sukaresmi, pada Selasa 3 Februari 2026.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Aah Anwar Saefulloh, mengatakan bahwa pada Rabu 04 Februari 2026, BPBD Kabupaten Garut menerima laporan dari kecamatan sukaresmi mengenai terjadinya bencana tanah longsor yang berlokasi di Desa Sukalilah Kecamatan Sukaresmi.

Menurutnya, setelah mendapatkan laporan, BPBD Garut melakukan assessment ke lapangan, pada pukul 14.00 Tembok Penahan Tanah (TPT) milik Amas ambruk, sehingga menimbun akses jalan.

Baca Juga:5 Psikopat Paling Ikonik Sepanjang Masa dalam Film dan Sastra Nyaris Rp 3 Juta! Harga Emas Masih Bertahan di Level Tinggi

“Berdasarkan informasi dari Kepala Desa Sukalilah kejadian ini di akibatkan oleh hujan dengan intensitas tinggi sejak pukul 14.00 WIB sehingga tembok penahan tanah kebun dan halaman rumah milik bapak Amas ambruk pada pukul 18.25 WIB sehingga menimbun akses jalan lingkungan dan dua unit rumah pada bagian halaman tertimbun material TPT dan longsoran tanah, bahkan rumah tersebut terancam jika terjadi longsor susulan yang berada di bawahnya,” ujarnya saat dihubungi, Kamis 5 Februari 2026.

Aah menyampaikan, dari hasil asesment ke lapangan diketahui bahwa tanah longsor yang menyebabkan rusaknya pada komponen TPT halaman samping rumah terjadi akibat beberapa faktor lain.

“Rusaknya TPT akibat beberapa faktor lain, diantaranya:

  1. Pembangunan TPT yang ambruk adalah bangunan baru sehingga daya ikat antar struktur komponen berkurang.
  2. Tidak adanya stuktur penguatan berupa pembesian, kolom praktis dan sloop.
  3. Tidak adanya saluran air hujan, drainase lingkungan sehingga air meresap ke tanah kebun dan tanah menjadi jenuh.
  4. Kontruksi bangunan tembok penahan tanah di bangun dengan kemiringan +/- 85° dengan ketingian hampir 4 meter,” katanya.

Kemudian, terdapat sejumlah dampak kejadian atas bencana longsor yang terjadi, meliputi:

1. Tembok Penahan Tanah, Panjang: 20 Meter, Tinggi: 4 Meter rusak (ambruk)

2. Jalan lingkungan tertutup material longsor dan material TPT, Sepanjang: 20 Meter dengan ketebalan longsor: 2 Meter.

3. 5 unit rumah terancam jika terjadi longsor susulan, diantaranya:

  • Amas 1 KK 9 Jiwa, Kelompok rentan: Laki Laki/ SMP dan Perempuan/ SD
  • Darmin 1 KK 3 Jiwa
  • Ipin 1 KK 4 Jiwa, Kelompok rentan: Laki laki/ SD, Laki laki/ Balita.
  • Ade Hidayat 1 KK 5 Jiwa, Kelompok rentan: Perempuan/ Balita
  • Dedi 1 KK 2 Jiwa
0 Komentar