GARUT – Gelar Pesona Budaya Garut (GPBG) dan Nyaneut, merupakan dua agenda besar yang termasuk ke rangkaian Kharisma Ekonomi Nusantara (KEN) tahun 2026.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Garut, Beni Yoga, mengatakan bahwa kedua agenda besar tersebut atas perjuangan jajaran Disparbud sebelumnya.
“Jadi alhamdulillah kemarin ya, ini atas perjuangan rekan-rekan dinas pariwisata sebelumnya tentunya ya,” katanya.
Baca Juga:Hujan Deras Picu Longsor di Sukaresmi Garut, TPT Ambruk dan Akses Jalan Tertimbun5 Psikopat Paling Ikonik Sepanjang Masa dalam Film dan Sastra
Ia menyebutkan, pihaknya akan mendorong kedua agenda tersebut untuk digelar di tahun 2026, dan akan didiskusikan pengimplementasian nya seperti apa.
“Nah tentu ini juga menjadi bagian acara yang nanti akan coba kita dorong begitu ya, sehingga kriteria yang disematkan Kabupaten Garut kita buktikan dengan implementasi nanti seperti apa,” sebutnya.
Beni menjelaskan, bahwa Gelar Pesona Budaya Garut biasanya hanya dilaksanakan dari Bakorwil hingga Bank BJB. Namun, pihaknya berencana akan digelar dari bunderan Suci hingga Alun-alun Garut.
“Jadi memang ya kalau saya sih minimal harus ada 1,5 atau 2 kilo yang bisa dinikmati oleh masyarakat Kabupaten Garut. Nah itu target kita,” jelasnya.
Menurutnya, agenda Nyaneut atau tradisi minum teh khas Sunda akan memperbaiki manajemennya terlebih dahulu. “Kalau Nyaneut saya kira nanti kita perbaiki manajemen seperti apa,” lanjutnya.
Tak hanya itu, Beni menambahkan akan menggagas event tentang suara gemuruh atau gemuruh gunung Guntur. Artinya, kolaborasi antara kegiatan otomotif dan musik.
“Ya kaya Jeep Wisata, teman-teman Camperven, dengan ya mungkin ada beberapa konser musik yang bisa dinikmati oleh para peserta,” tambahnya.
Baca Juga:Nyaris Rp 3 Juta! Harga Emas Masih Bertahan di Level TinggiBengkel dan Pom Mini di Leles Garut Hangus Terbakar, Kerugian Capai Rp50 Juta
Ia berharap, beberapa agenda besar ini diharapkan bisa menjadi agenda rutin tahunan. “Mudah-mudahan itu juga menjadi agenda rutin tahunan gitu ya,” tutupnya. (Rizka)
