GARUT – Salah satu atlet Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024 asal Kabupaten Garut, Siti Nur Rahayu (23), kini terbaring sakit selama kurang lebih dua bulan akibat penyakit serius yang dideritanya.
Atlet Cabang Olahraga (Cabor) Rugby tersebut harus menjalani operasi pecah usus dan hingga kini masih dalam kondisi pemulihan.
Siti Nur Rahayu yang akrab disapa Yayu merupakan warga Kampung Seni Baru, Kelurahan Jayawaras, Kecamatan Tarogong Kidul, Garut.
Baca Juga:GPBG dan Nyaneut Masuk KEN 2026, Disparbud Garut Siap Genjot PariwisataHujan Deras Picu Longsor di Sukaresmi Garut, TPT Ambruk dan Akses Jalan Tertimbun
Pada tahun 2024 lalu, Yayu menjadi salah satu atlet yang mewakili Kabupaten Garut untuk memperkuat kontingen Jawa Barat pada ajang PON yang diselenggarakan di Aceh, Sumatera.
Yayu mengungkapkan, penyakit yang dialaminya diduga dipicu oleh kebiasaan mengonsumsi kopi hitam dan minuman bersoda secara berlebihan, sehingga berdampak pada kondisi kesehatannya.
Saat ini, Yayu direncanakan akan dibawa ke Rumah Sakit Welas Asih Bandung untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Proses rujukan tersebut dilakukan atas perintah Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dan dijadwalkan berlangsung hari ini.
Yayu yang merupakan anak ketiga dari empat bersaudara, menyampaikan kekecewaannya karena selama berbulan-bulan terbaring sakit, ia mengaku tidak mendapatkan perhatian dari pihak cabang olahraga (Cabor), Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), maupun Pemerintah Kabupaten Garut.
“Empatinya selama ini kurang, supportnya kurang, komunikasinya juga. Harus banyak komunikasi jangan sampai mis dan jangan sampai ketika ada yang sakit begini tapi bilangnya tidak tahu,” ujar Yayu, saat ditemui dikediamannya, Kamis 4 Februari 2026.
Ia menilai perjuangannya selama ini dalam mengharumkan nama daerah seolah terlupakan begitu saja. Menurutnya, minimnya perhatian tersebut menunjukkan kurangnya empati terhadap atlet yang telah berjuang membawa nama Garut di ajang olahraga nasional.
Bahkan ia menyayangkan, perhatian itu datang ketika dirinya sudah viral di berbagai macam media sosial dan juga pemberitaan.
Baca Juga:5 Psikopat Paling Ikonik Sepanjang Masa dalam Film dan Sastra Nyaris Rp 3 Juta! Harga Emas Masih Bertahan di Level Tinggi
“Perasaanya sedih sekaligus senang, ada sedihnya ada senangnya, sedih karena harus viral dulu, senangnya ya jadi ada yang perhatian sampai ke atasnya gitu,” katanya.
Dengan kondisi tersebut, ia berharap kepada semua pihak untuk tidak melupakan atlet yang telah berjuang mengharumkan nama daerah.
