3. Soda dan Minuman Manis
Jangan terkecoh dengan label bebas gula, karena soda tetap berisiko merusak ginjal. Kandungan fosfat dan pemanis di dalamnya adalah perpaduan buruk yang memaksa fungsi ginjal menurun lebih awal jika dikonsumsi terus-menerus.
Kebiasaan minum soda dua kali sehari atau lebih terbukti membahayakan ginjal. Selain mengganggu kestabilan gula darah dan tekanan darah, minuman ini juga merusak mekanisme alami ginjal dalam membuang zat-zat sisa yang tidak dibutuhkan tubuh.
Efek dehidrasi dan risiko batu ginjal akibat minuman bersoda memberikan tekanan berat bagi sistem ekskresi kita.
Baca Juga:Jejak Manis Cokelat Garut: Produk Lokal Kesukaan Gen Z Hingga MilenialBerawal dari Charger Laptop, Sebuah Rumah Warga di Cilawu Garut Hangus Terbakar
Untuk perlindungan jangka panjang, mengganti soda dengan air putih atau teh herbal jauh lebih disarankan demi menjamin kesehatan ginjal tetap prima.
4. Makanan Tinggi Garam
Jangan sepelekan makanan asin; garam berlebih bikin tubuh menahan air dan memberikan beban tekanan yang besar pada ginjal.
Jika dibiarkan terus-menerus, fungsi penyaringan organ ini perlahan akan terganggu.
Terlalu banyak makan garam bisa bikin tensi melonjak dan merusak ginjal. Karena ginjal harus kerja keras membuang kelebihan natrium tersebut, struktur organ ini perlahan akan aus, daya saringnya merosot, dan potensi gagal ginjal pun meningkat.
Bukan cuma garam di dapur, laporan CDC menyebutkan bahwa makanan olahan dan restoran menyumbang 75 persen total asupan garam harian.
Memangkas konsumsi sumber garam tersembunyi ini sangat krusial untuk melindungi struktur ginjal agar tidak cepat rusak.
5. Makanan Tinggi Fosfor
Hati-hati dengan zat aditif dalam keju oles atau soda keduanya kaya akan fosfor yang bisa membebani ginjal.
Karena harus membuang kelebihan fosfor yang tidak alami ini, ginjal terpaksa bekerja melampaui kapasitas normalnya, yang berisiko merusak sistem penyaringan tubuh.
Baca Juga:Mulai Februari 2026, Harga BBM di Seluruh SPBU Indonesia Resmi TurunJejak Historis Nama Garut: Interaksi Masyarakat Lokal dan Kolonial di Awal Abad ke-19
Terlalu lama terpapar fosfor tinggi bisa merusak fungsi alami ginjal. Dampaknya menjalar ke mana-mana merusak sistem mineral tubuh, mengganggu kekuatan tulang, dan memperbesar peluang terkena penyakit jantung.
Menghindari zat aditif fosfor adalah langkah krusial bagi kelompok berisiko penyakit ginjal.
Kedisiplinan dalam memeriksa label informasi nilai gizi pada kemasan makanan sangat membantu memproteksi ginjal dari paparan mineral berlebih.
