Agus mengaku, semenjak berhenti jadi petugas desa, menjadi penjaga dan petugas kebersihan di makam Panyireupan ini menjadi pekerjaannya sehari-hari, meskipun penghasilanya tak menentu.
“Ikhlas saja karena Allah, soal rezeki tidak kemana,” pungkas Agus. (Ale)
