Penjaga Makam Panyireupan Mulai Bersih-bersih Jelang Ramadhan

(Ale/Radar Garut)
Dadang dan Agus penjaga TPU Panyireupan, Jalan Bratayudha, Garut Kota. (Ale/Radar Garut)
0 Komentar

GARUT – Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, para penjaga makam di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Panyireupan, Jalan Bratayudha, Garut Kota, mulai melakukan pembersihan intensif di area pemakaman.

Hal tersebut dilakukan untuk memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang akan berziarah jelang memasuki bulan puasa.

Dua penjaga makam sekaligus petugas kebersihan, Dadang Juarna dan Agus, mengatakan, bahwa di TPU Panyireupan terdapat enam orang petugas yang masing-masing memiliki wilayah tugas tersendiri.

Baca Juga:Anggota DPRD Garut Puji Pelayanan Response Time Damkar Garut Memadamkan KebakaranWaspada! 5 Makanan Ini Bisa Merusak Ginjal Jika Terlalu Sering Dikonsumsi

“Disini ada 6 orang (petugas), jadi di bagi-bagi tempatnya. Ya, sudah ada tugas-tugasnya,” ujar Dadang, saat ditemui di makam, Selasa 3 Februari 2026.

Dadang dan Agus yang mempunyai wilayah tugas yang sama, mereka menyampaikan, bahwa pembersihan makam sudah ditingkatkan sejak beberapa hari lalu guna menyambut kedatangan para peziarah.

“Dari hari minggu kemarin sudah mulai bersih-bersih lagi ini, biasanya keluarga peziarah mulai ramai datang semingguan lah sebelum puasa,” ujarnya.

Ia menyebutkan, pembersihan makam ini memang setiap hari selalu dilakukan, namun menjelang bulan puasa bersih-bersih makam makin ditingkatkan.

“Ya tiap hari juga dibersihkan, kalau enggak disini sudah banyak dedaunan,” ucapnya.

Dadang yang mengaku sudah puluhan tahun menjadi penjaga makam ini mengungkapkan, bahwa ia juga dipercaya mengurus beberapa makam titipan.

Salah satunya sudah hampir enam tahun tidak pernah didatangi keluarga karena sudah tidak lagi tinggal di Garut.

Baca Juga:Jelang Ramadhan dan Idul Fitri 2026, DKP Garut Pastikan Stok Pangan Aman dan SurplusPemerintah Turunkan Harga BBM, Ini Imbas yang Didapatkan Masyarakat

Meski begitu, keluarga tersebut masih rutin mengirimkan uang kadeudeuh setiap menjelang bulan puasa sebagai bentuk perhatian.

“Ada beberapa makam yang sudah lama tidak didatangi keluarga, sudah ga tinggal disini lagi keluarganya. Tapi kalau mau puasa atau nanti pas lebaran suka ada nelpon anak saya, suka ngasih lah gitu,” ungkapnya.

Sementara itu, Agus, yang sebelumnya merupakan petugas desa, kini ikut membantu Dadang dalam menjaga dan membersihkan makam.

Ia mengatakan, pada hari-hari tertentu, terutama hari Jumat, jumlah peziarah cukup banyak.

“Ya bantu bantu Abah (Dadang) disini, saya ikut bersih-bersih juga, kadang saya yang ambil air untuk yang nadran, kadang ada yang ngasih Rp 5.000 atau Rp 10.000,” kata Agus.

0 Komentar