Ia menyebutkan, untuk ketersediaan beras sendiri surplus, dan untuk Daging tergolong aman.
“Ketersediaan cukup aman kalau beras surplus saya kira ya ketersediaan beras. Daging juga saya kira masih, insyaallah kita masih bisa memenuhi kebutuhan masyarakat,” sebutnya.
Terkait koordinasi dengan pihak eksternal untuk memenuhi ketersediaan stok pangan, menurut Yani, langkah tersebut ada di ranah Dinas Perendusian Perdagangan ESDM Garut.
Baca Juga:Pemerintah Turunkan Harga BBM, Ini Imbas yang Didapatkan MasyarakatJejak Manis Cokelat Garut: Produk Lokal Kesukaan Gen Z Hingga Milenial
Namun, untuk DKP sendiri berkoordinasi dengan dinas terkait saja, untuk bersama menggenjot produksi sesuai kebutuhan masyarakat.
“Kalau kita lebih kepada bagaimana kita mengkaji ketersediaan ini terpenuhi cukup atau tidak untuk kebutuhan masyarakat. Tetapi koordinasi yang kita lakukan di dinas ketahanan pangan itu dengan dinas-dinas yang memang disitu tugas dan fungsi utamanya adalah menggenjot produksi ini sesuai dengan kebutuhan. Artinya kalau untuk komoditi tanaman pangan, itu adalah jenis pertanian, kalau untuk komoditi hewan dan ternak, itu adalah dinas peternakan,” paparnya.
Ia juga mengungkapkan, artinya DKP menerima data hasil pengolahan ketersediaan pangan dari dinas terkait, sehingga hasil data tersebut diolah menjadi data ketersediaan pangan di Dinas Ketahanan Pangan untuk dihitung.
“Data yang mereka berikan atau data yang mereka olah, di data produksi kita olah menjadi data ketersediaan, sehingga Dinas Ketahanan Pangan ini menghitung dari data produksi ini masih bisa mencukupi atau enggak untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat di Kabupaten Garut,” ungkapnya.
Kendati demikian, Dinas Ketahanan Pangan memastikan bahwa hingga saat ini kebutuhan masyarakat masih terpenuhi. “Insyaallah sampai saat ini kita masih bisa memenuhi kebutuhan masyarakat,” tutupnya. (Rizka)
