Sinergi Disparbud Garut dan Komunitas Game dalam Memajukan Ekonomi Kreatif Berbasis Budaya

istimewa
Kegiatan GLOBAL GAME JAM 2026, yang dilaksanakan di Gedung Pemuda Kabupaten Garut, Kecamatan Tarogong Kidul. (Ist)
0 Komentar

GARUT – Gelaran Global Game Jam 2026 resmi dibuka di Gedung Pemuda Kabupaten Garut, Jumat 30 Januari 2026, sebagai langkah strategis memperkenalkan kekayaan daerah melalui teknologi digital.

Ajang kolaborasi global ini menjadi wadah bagi para pengembang permainan lokal untuk mengeksplorasi potensi ekonomi kreatif berbasis budaya.

​Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Garut, Beni Yoga Gunasantika, memberikan apresiasi besar atas inisiatif para talenta digital daerah yang berhasil membawa gerakan internasional ini ke Garut.

Baca Juga:Peletakan Batu Pertama Gedung Dakwah PCM Tarogong: Upaya Memperkuat Syiar dan Pembangunan SDMPemkab Garut Terima Penghargaan Ombudsman RI Atas Kualitas Pelayanan Publik 2025

Ia mendorong para pengembang agar aktif bersinergi dengan komunitas lokal untuk menggali elemen budaya yang unik.

​”Saya berpesan kepada developmen game agar memperbanyak berinteraksi dengan seluruh komunitas yang ada di Kabupaten Garut, meliputi Dewan Kesenian Kabupaten Garut (DKKG) untuk bisa melihat potensi budaya Garut yang nantinya bisa di tuangkan kedalamnya dengan unsur budaya Garut itu,” ujar Beni.

​Beni berharap melalui tangan kreatif para developer, kekayaan kuliner dan warisan budaya Garut dapat bertransformasi menjadi konten digital yang mendunia.

​Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Bidang Industri Pariwisata Disparbud Provinsi Jawa Barat, Rispiaga, mengungkapkan bahwa Garut menjadi anggota terbaru dalam kolaborasi tahun keempat ini.

Target penambahan kota/kabupaten setiap tahunnya bertujuan untuk mengaitkan produk digital dengan Warisan Budaya Tak Benda (WBTb).

​”Alhamdulillah kami punya target setiap tahunnya itu menambah 1 Kabupaten Kota dan hari ini genap tahun ke-4 kami berkolaborasi menyelenggarakan Global Game Jam dengan komunitas pembuatan Game di Kabupaten Garut. Kami ingin game yang dihasilkan dari daerah bisa memiliki kearifan lokal yang dikaitkan dengan Warisan Budaya Tak Benda (WBTb),” jelas Rispiaga.

​Ketua Pelaksana, Dzulkifli Patra Setiawan, menjelaskan bahwa Global Game Jam merupakan tantangan menciptakan game secara serentak di seluruh dunia dalam waktu 48 jam nonstop. Acara di Garut ini melibatkan lintas disiplin ilmu, mulai dari programmer hingga sound designer.

Baca Juga:Libur Imlek 2026 Jadi Long Weekend, Ini Jadwal Lengkap Libur Nasional dan Cuti BersamaPolemik SMA YBHM Garut, Persada 212 Sebut Sekali Wakaf Tetap Wakaf

​”Terselenggaranya kegiatan ini bukan sekedar untuk bermain tetapi sebagai wadah pembuktian bahwa talenta muda Garut memiliki potensi besar dalam sektor Ekonomi Kreatif (Ekraf) terlebih khusus di sektor pengembangan permainan,” tegas Dzulkifli.(*)

0 Komentar