GARUT – Polsek Bayongbong, Polres Garut bersama BUMDes Bangkit Mekarsari, Desa Mekarsari, Kecamatan Bayongbong, mengikuti kegiatan menanam jagung serentak 750 hektar yang digelar tingkat Polda Jabar.
Kapolsek Bayongbong, AKP Gopar Suryadi Mulya, bersama jajaran, didampingi Sejumlah pengurus BUMDes dan petani, mengikuti kegiatan penanaman serentak ini secara daring (zoom) di lokasi penanaman Kampung Cijelereun, Desa Mekarsari.
Penanaman jagung yang dilakukan oleh Polsek Bayongbong dan BUMDes Bangkit Mekarsari sekarang ini, merupakan penanaman tahap kedua, setelah sebelumnya pada tahun 2025 juga sudah dilakukan penanaman.
Baca Juga:Hama Tikus Meluas, Hasil Panen Padi di Leuwigoong MenurunPengajuan BPJS PBI Garut Mengalami Overload, Diharapkan 2026 Anggaran Ditambah
Sebelumnya, BUMDes Bangkit Mekarsari dan Polsek Bayongbong berhasil mendapatkan hasil panen jagung pipil kering sebanyak 2,6 ton. Adapun dalam hasil panen basah sebanyak 3,3 ton.
Pada penanaman kuartal pertama tahun 2026 ini, penanaman jagung juga kembali dilaksanakan di lahan yang sama yaitu di lahan tanah adat warga Desa Mekarsari.
Ketua BUMDes Bangkit Mekarsari, menyebut bahwa penanaman jagung ini merupakan kolaborasi dari program ketahanan pangan Bumdes dengan program Polri tanam jagung se-Indonesia. Penanaman jagung ini merupakan program strategis presiden Prabowo.
Naryana menerangkan, bahwa jagung hibrida ini sangat penting untuk mendukung ketahanan pangan.
“Jagung hibrida digunakan untuk pakan ternak, baik peternakan maupun perikanan. dengan kita tanam jagung, kita mendukung penyediaan pakan untuk ketahanan pangan,” terangnya.
Harapannya, kata Naryana, dengan budidaya jagung semakin tinggi, maka harga pakan ternak bisa lebih rendah. Sehingga imbasnya akan semakin luas terhadap ketahanan pangan secara nasional.
“Tentu ini akan sinergi dengan program Makan bergizi gratis, karena kebutuhan MBG akan protein dari ayam, ikan, sangat membutuhkan dukungan pakan yang cukup secara nasional,” katanya.(Feri)
