GARUT – Pengajuan (Penerima Bantuan Iuran) BPJS PBI pada tahun 2025 mengalami overload. Terlalu banyak yang mengajukan agar mendapatkan BPJS PBI sehingga banyak warga miskin ekstrem yang dinilai belum terakomodir dalam bantuan tersebut.
Kabar tersebut disampaikan oleh Koordinator Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Kabupaten Garut, Dedeng Hamam.
“Jadi untuk usulan pengajuan itu memang off, ya termasuk BPJS daerah juga kan overload. Jadi ini, menunggu perval, ya ada kemungkinan di perval itu mungkin ada yang sudah tidak layak tinggal pindah baru mungkin ada kuota kosong baru bisa,” ujar Dedeng Hamam.
Baca Juga:Rayakan Hari Jadi ke-213, Kabupaten Garut Fokus Gali Sejarah dan Cikal Bakal DaerahDinkes Garut: Gigi Berlubang Menjadi Salah Satu Penyebab Masuknya Penyakit
Kondisi BPJS PBI overload itu diketahui Dedeng ketika dirinya ingin mengajukan warga miskin ekstrem di Kecamatan Cikajang. Warga miskin tersebut membutuhkan penanganan medis yang darurat.
Namun Dedeng sampai sekarang belum berhasil mengajukan warga tersebut untuk mendapatkan BPJS PBI.
“Ya, kita ngusulin anak yang gizi buruk lah ya, cacingan, di Cikajang juga sulitnya minta ampun. Minta satu saja supaya mereka juga karena anak itu memiliki ya penyakit kronis ya yang harus segera ditangani,” ujar Dedeng Hamam.
Ia berharap di tahun 2026 ini, Pemerintah Daerah bisa menambah kuota bantuan untuk BPJS PBI.
Termasuk juga diharapkan kuota dari bantuan Pemerintah Pusat bisa bertambah. “Ya mudah-mudahan lah di 2026 ini ada peluang,” sebutnya.
Dedeng sendiri pernah mengecek terakhir kali di Link Polinda untuk pengajuan BPJS PBI. Sampai sekarang link tersebut masih ditutup.
“Jadi ya sekarang mereka-mereka yang belum memiliki BPJS orang-orang miskin, orang-orang yang butuh penanganan serius saat ini ya harus bersabar,” ujarnya.(Feri)
