Hama Tikus Meluas, Hasil Panen Padi di Leuwigoong Menurun

(Pepen Apendi/Radar Garut)
Hasil panen padi di Blok Asem Desa Persiapan Sindang Rahayu, Leuwigoong anjlok. (Pepen Apendi/Radar Garut)
0 Komentar

GARUT – Para petani dan penggarap sawah di Blok Asem, Desa Persiapan Sindang Rahayu, Kecamatan Leuwigoong, Garut harus menelan kenyataan pahit. Hasil panen padi yang mereka harapkan tidak sesuai dengan target, bahkan mengalami penurunan drastis.

Kondisi tersebut disebabkan oleh serangan hama tikus yang mengganyang tanaman padi sejak beberapa waktu terakhir.

Jajang bersama petani lainnya, menyampaikan bahwa sebagian petani masih tergolong beruntung karena masih dapat memanen padi, meskipun hasilnya jauh dari memuaskan.

Baca Juga:Pengajuan BPJS PBI Garut Mengalami Overload, Diharapkan 2026 Anggaran DitambahJalan Provinsi di Gunung Gelap Rusak, Pemkab Garut Akui Sudah Koordinasi

Namun, tidak sedikit petani dan penggarap sawah yang mengalami gagal panen akibat tanaman padi rusak parah diserang hama tikus.

Serangan hama tersebut membuat para petani terpaksa memanen padi sebelum waktunya. Langkah ini diambil untuk menghindari kerugian yang lebih besar, mengingat tanaman padi yang belum siap panen rawan diserang tikus. Akibatnya, kualitas dan kuantitas gabah yang dihasilkan menurun signifikan.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, petugas dari Dinas Pertanian dan BP3K telah terjun langsung ke Blok Asem untuk melakukan pengecekan serta pendataan di lapangan.

Para petani berharap mendapatkan arahan dan solusi konkret, khususnya terkait upaya pengendalian hama tikus agar serangan tidak terus meluas.

Serangan hama tikus dilaporkan tidak hanya terjadi di Blok Asem. Hama tersebut juga meluas ke wilayah Umbul dan Cirelang, Desa Cibiuk Kidul, Kecamatan Cibiuk. Kondisi ini semakin menambah kekhawatiran para petani setempat.

Teten, salah seorang pemilik sawah, mengungkapkan bahwa serangan tikus umumnya terjadi pada malam hari saat para petani beristirahat.

“Suara tikus terdengar jelas ketika hewan tersebut mengganyang tanaman padi. Pada siang hari, serangan relatif tidak terjadi karena petani dan penggarap berada di sawah untuk beraktivitas” (Pepen Apendi)

0 Komentar