Kakanwil Ditjenpas Jabar Kunjungi Rutan Garut, Tinjau Layanan dan Program Ketahanan Pangan

istimewa
Kakanwil Ditjenpas Jabar Kunjungi Rutan Garut, Tinjau Layanan dan Program Ketahanan Pangan
0 Komentar

GARUT — Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jawa Barat, Kusnali, melakukan kunjungan kerja ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Garut, Kamis (29/1/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung pelaksanaan pelayanan pemasyarakatan sekaligus program pembinaan yang dijalankan bagi warga binaan.

Dalam kunjungan tersebut, Kusnali didampingi Kepala Rutan Kelas IIB Garut, Muchamad Ismail beserta jajaran pejabat struktural dan staf. Rangkaian peninjauan diawali dari dapur idaman Rutan Garut untuk memastikan pengelolaan makanan bagi warga binaan telah memenuhi standar kebersihan, kesehatan, serta kelayakan konsumsi.

Selanjutnya, rombongan meninjau area brandgang yang menjadi lokasi pelaksanaan program ketahanan pangan Rutan Garut. Di lokasi tersebut, Kakanwil melihat langsung berbagai kegiatan pembinaan kemandirian warga binaan, di antaranya budidaya sayuran selada dengan sistem hidroponik, peternakan ayam petelur, penanaman cabai, budidaya maggot, hingga lobster.

Baca Juga:Jadi Bahan Utama Dodol Garut, Kacang Rampong Banyak DicariKetaatan Terhadap Hukum Harus Tercermin dalam Segala Aspek Kehidupan, Termasuk Pembangunan di Jabar

Kunjungan kemudian dilanjutkan ke Klinik Pratama Rutan Kelas IIB Garut. Meski dengan sarana dan prasarana yang masih terbatas, pelayanan kesehatan tetap berjalan secara optimal.

Salah satu inovasi yang ditinjau adalah program PEKA DONG (Pelayanan Kesehatan Dokter Nyamperin Warga Binaan), yang dilaksanakan secara rutin setiap hari Jumat. Melalui program ini, dokter dan petugas kesehatan secara langsung mendatangi warga binaan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan dan pemantauan kondisi medis.

Kepala Rutan Kelas IIB Garut, Muchamad Ismail menjelaskan bahwa seluruh program pelayanan dan pembinaan yang dilaksanakan merupakan bentuk tanggung jawab negara dalam memenuhi hak-hak dasar warga binaan, sekaligus sebagai upaya mempersiapkan mereka agar memiliki keterampilan dan mental yang lebih baik saat kembali ke masyarakat.

“Dengan segala keterbatasan yang kami miliki, baik dari sisi sarana, prasarana, maupun jumlah petugas, kami terus berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang optimal kepada warga binaan. Kami tidak hanya fokus pada aspek pengamanan, tetapi juga pada pembinaan yang bersifat produktif dan bermanfaat bagi masa depan mereka,” ujarnya.

Menurut Ismail, program ketahanan pangan yang dijalankan di Rutan Garut tidak hanya bertujuan untuk mendukung ketersediaan pangan, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran dan pelatihan keterampilan bagi warga binaan.

0 Komentar