Jadi Bahan Utama Dodol Garut, Kacang Rampong Banyak Dicari

Radar Garut
Jadi Bahan Utama Dodol Garut, Kacang Rampong Banyak Dicari
0 Komentar

GARUT – Kacang rampong atau kacang merah menjadi salah satu komoditas palawija yang cukup diminati petani dan pelaku usaha di Kabupaten Garut.

Permintaan terhadap kacang rampong terbilang tinggi, seiring dengan penggunaannya sebagai bahan baku utama pembuatan dodol Garut.

Ade, bandar palawija di Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, mengatakan bahwa bahan utama dodol Garut saat ini tidak hanya berasal dari beras ketan.

Baca Juga:Ketaatan Terhadap Hukum Harus Tercermin dalam Segala Aspek Kehidupan, Termasuk Pembangunan di JabarRelawan Longsor Pasirlangu Disiapkan Vaksin Tetanus, Dinkes Jabar Kerahkan Tim Medis dan RS Rujukan

Seiring berkembangnya inovasi produk, dodol Garut kini hadir dalam berbagai varian rasa, salah satunya berbahan dasar kacang rampong.

“Sekarang dodol itu sudah banyak variannya, ada rasa kacang, pepaya, dan rasa lainnya. Itu sebabnya kebutuhan kacang rampong juga meningkat,” ujarnya.

Menurut Ade, tingginya permintaan kacang rampong turut mendorong minat petani untuk menanam komoditas tersebut. Bahkan, hasil panen sering langsung diburu oleh para bandar.

“Sekarang peminatnya banyak. Kalau ada petani yang menanam kacang rampong, biasanya langsung dicari oleh bandar,” katanya.

Selain untuk kebutuhan industri dodol Garut, kacang rampong juga diminati masyarakat umum sebagai bahan konsumsi sehari-hari.

Diketahui, Kabupaten Garut dikenal luas sebagai salah satu sentra penghasil dodol paling terkenal di Jawa Barat. Makanan tradisional ini memiliki ciri khas tekstur kenyal, lengket, serta cita rasa manis yang berpadu dengan beragam varian rasa.

Sebagai daerah yang kerap dijuluki Kota Dodol, Garut menyimpan perjalanan panjang dalam perkembangan camilan legendaris tersebut. Dodol bukan sekadar makanan, tetapi telah menjadi identitas daerah sekaligus oleh-oleh utama bagi wisatawan yang berkunjung ke Garut.

Baca Juga:Ungkap Dugaan Pungli Wisata, Konten Kreator Garut Diduga jadi Korban PenyeranganRetribusi Parkir Garut di 2025 Tembus Rp800 Juta, 2026 Ditargetkan Rp1 Miliar

Berdasarkan catatan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, usaha dodol di Garut mulai tumbuh sekitar tahun 1926. Salah satu tokoh yang berperan dalam pengembangan awal industri dodol adalah Karsinah. Pada masa itu, dodol dibuat menggunakan bahan-bahan alami seperti tepung beras ketan, santan kelapa, susu, dan gula, tanpa tambahan pengawet. Proses produksinya pun masih dilakukan secara sederhana dan tradisional.

Memasuki dekade 1950-an, jumlah pengrajin dodol di Garut terus bertambah. Inovasi mulai bermunculan, baik dari sisi bahan baku maupun cita rasa. Tidak hanya berbahan dasar ketan, dodol kemudian dikembangkan menggunakan kentang, kacang-kacangan, buah-buahan seperti sirsak, nanas, srikaya, durian, hingga waluh dan wijen.

0 Komentar