Dinkes Garut: Gigi Berlubang Menjadi Salah Satu Penyebab Masuknya Penyakit

Kadinkes Garut, Leli Yuliani
Kadinkes Garut, Leli Yuliani
0 Komentar

GARUT – Gigi berlubang masih menjadi masalah kesehatan yang paling banyak diderita di kalangan masyarakat, mulai dari bayi, balita, anak-anak sekolah, remaja, dewasa hingga lansia.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Garut, Leli Yuliani, menyampaikan, bahwa gigi berlubang disebabkan oleh berbagai faktor.

Salah satunya adalah kebiasaan perawatan gigi yang kurang baik, mulai dari cara membersihkan gigi hingga pola konsumsi makanan sehari-hari.

Baca Juga:Kantor Imigrasi Garut Resmi Beroperasi, Dorong Investasi dan Awasi Orang AsingWujudkan Kepedulian bagi Pensiunan, UPZ Baznas Telkom Group Resmikan Rutilahu di Wanaraja Garut

“Jadi pasti memang ini adalah penyakit terbanyak, penyebabnya berbagai faktor termasuk perawatan dari masing-masing individunya,” ujar Leli.

Ia menegaskan pentingnya edukasi kepada masyarakat terkait perawatan gigi yang benar.

Menurutnya, masyarakat perlu informasi yang jelas mengenai cara menjaga kesehatan gigi, termasuk teknik menyikat gigi yang tepat dan pemilihan makanan yang aman.

Ia menjelaskan, salah satu faktor utama penyebab gigi berlubang adalah konsumsi makanan dan minuman yang mengandung gula tinggi.

Apabila setelah mengonsumsi makanan atau minuman manis tidak diikuti dengan membersihkan gigi, maka resiko terjadinya gigi berlubang akan semakin besar.

“Jadi gigi itu kalau berlubang bisa menjadi gerbang masuknya berbagai penyakit, sehingga ketika kuman masuk itu ke aliran darah dan menimbulkan berbagai penyakit,” jelasnya.

Meski gigi berlubang tidak secara langsung menyebabkan kematian, namun, Leli menyebutkan bahwa ada proses lanjutan yang dapat berdampak serius bagi kesehatan apabila tidak ditangani dengan baik.

Baca Juga:Hadapi Efisiensi Anggaran Pemerintah, PHRI Garut Tekankan Kolaborasi Sebagai SolusiLapas Garut Gelar Seleksi Tim Zona Integritas Menuju WBK/WBBM

Oleh karena itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan gigi dan mulut dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

“Kalau secara langsung tidak menyebabkan kematian tapi memang ada prosesnya,” katanya.

Di sisi lain, Leli juga menambahkan bahwa dokter gigi di Garut hingga saat ini masih mengalami kekurangan meskipun setiap tahunya formasi untuk dokter gigi itu selalu dibuka, namun sepi peminat.

“Masih kurang jumlahnya, kita juga sempat di tiap tahun membuka formasi untuk dokter gigi tapi memang peminatnya juga sangat terbatas. Jadi misalnya kita sediakan tujuh untuk formasi dokter gigi, paling yang terisi hanya satu atau dua,” pungkasnya. (Ale)

0 Komentar