GARUT — Angka kematian bayi di Kabupaten Garut menunjukkan penurunan pada tahun 2025.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Garut, jumlah kematian bayi mengalami penurunan cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Kepala Dinkes Kabupaten Garut, Leli Yuliani, menyampaikan bahwa pada periode sebelumnya tercatat sekitar 342 bayi meninggal dunia. Sementara pada tahun 2025, angka tersebut menurun menjadi sekitar 290 bayi.
Baca Juga:Bupati Garut Tambah Alokasi Dana untuk PramukaAhab Sihabudin Ajak Partisipasi dan Gotong Royong Sukseskan Koperasi Merah Putih
“Alhamdulillah, terjadi penurunan. Dari sebelumnya sekitar 342 bayi yang meninggal, pada tahun 2025 menjadi sekitar 290,” ujar Leli, Rabu (28/1/2026).
Meski demikian, Leli menegaskan bahwa penurunan tersebut tidak boleh membuat semua pihak terlena. Ia mengingatkan pentingnya tetap meningkatkan kewaspadaan serta kualitas pelayanan kesehatan, khususnya bagi ibu dan bayi.
“Namun kita tetap harus waspada dan tidak boleh terlena,” tegasnya.
Di sisi lain, meskipun angka kematian bayi menurun, Dinkes Kabupaten Garut justru mencatat adanya kenaikan angka kematian ibu.
Kendati belum merinci besaran kenaikan tersebut, Leli menegaskan pihaknya akan terus berupaya menekan angka kematian ibu pada tahun ini.
“Untuk angka kematian ibu memang mengalami kenaikan. Mudah-mudahan tahun ini kita upayakan bisa menurun,” pungkasnya. (Muhammad Rizki)
