GARUT – Bupati Garut Abdusy Syakur Amin memutuskan menambah alokasi anggaran untuk kegiatan kepramukaan pada tahun ini. Syakur menegaskan, berbeda dengan organisasi lain yang bantuannya dipangkas atas nama efisiensi, anggaran untuk Pramuka justru ditingkatkan.
“Ketika organisasi lain kita potong bantuannya atas nama efisiensi, untuk Pramuka malah kita tambah,” ujar Syakur di Pendopo Garut, Senin (26/1/2026).
Lebih lanjut, Syakur menyampaikan bahwa kepramukaan akan dijadikan sebagai salah satu indikator kinerja utama bagi para camat. Ia bahkan menegaskan akan memberikan teguran kepada camat yang tidak mendukung pelaksanaan kegiatan Pramuka di wilayahnya.
Baca Juga:Pramuka Dinilai Berperan Strategis Dalam Membentuk Mental dan Keterampilan AnakLegislator PKS Ajak Warga Bantu Monitoring Pembangunan di Sekolah
“Pramuka akan dijadikan sebagai salah satu indikator kinerja utama. Saya akan tanyakan kepada camat, dan jika tidak mendukung Pramuka akan saya tegur. Bukan hanya sekadar ada, tetapi harus benar-benar meningkatkan keterampilan anak-anak kita,” tegasnya.
Menurut Syakur, perhatian khusus terhadap Pramuka dilandasi kekhawatiran terhadap kondisi generasi muda saat ini yang dinilai semakin manja dan kurang memiliki ketahanan menghadapi tantangan hidup.
“Jujur saja, kadang-kadang saya sangat khawatir dengan kemampuan anak-anak kita. Mereka terlalu dimanja. Salah satu cara yang baik untuk membentuk mereka adalah melalui Pramuka,” ujarnya.
Ia menilai kegiatan kepramukaan memiliki peran penting dalam membentuk life skill atau keterampilan hidup, seperti kemandirian, keberanian, kedisiplinan, serta kemampuan bertahan dalam situasi sulit.
Meski demikian, Syakur mengingatkan agar penambahan anggaran Pramuka tidak dihabiskan untuk kegiatan yang bersifat seremonial semata.
“Semua harus berorientasi pada peningkatan life skill. Kita ingin anak-anak kita menjadi pemberani, tangguh, tidak cengeng, dan memiliki keterampilan agar bisa bertahan hidup di masa depan,” pungkasnya. (Feri CItra Burama)
