4 Mitra Publish Baby Terima penghargaan, Disdukcapil Garut Perkuat Perlindungan Dokumen Bayi Baru Lahir

Radar Garut
4 Admin Publish Baby Terima penghargaan, Disdukcapil Garut Perkuat Perlindungan Dokumen Bayi Baru Lahir
0 Komentar

Ia menambahkan, efektivitas program Publish Baby cukup signifikan dalam meningkatkan cakupan kepemilikan dokumen kelahiran. “Hanya dari fasilitas kesehatan saja, melalui Publish Baby, sudah terbit sekitar 11 ribu dokumen lebih kelahiran dalam dua tahun tahun,” katanya.

Ke depan, Disdukcapil Garut akan memperkuat strategi melalui pembinaan dan kegiatan bersama fasilitas kesehatan swasta agar seluruh peristiwa kelahiran dapat langsung tercatat secara administrasi.

“Nanti kita akan lakukan strategi pembinaan dan kegiatan bersama fasilitas kesehatan, baik negeri maupun swasta, agar setiap bayi yang lahir bisa langsung mendapatkan hak administratifnya,” kata Galih.

Kabid Pemanfaatan Data dan Inovasi Pelayanan

Baca Juga:Waspada Musim Hujan, Ini 3 Rekomendasi Aplikasi untuk Pantau Banjir dan Debit Air Secara Real-TimeWapres Gibran Minta Penanganan Korban Longsor Pasirlangu Diprioritaskan

Pada Disdukcapil Garut, Sari Nurlistiana mengatakan program Publish Baby dirancang untuk memangkas proses birokrasi agar lebih cepat dan mudah diakses masyarakat.

“Target kami maksimal satu hari sudah selesai. Kami buat grup WhatsApp agar jika ada keterlambatan bisa langsung dikomunikasikan. Saat ini sudah bekerja sama dengan 213 admin di seluruh kecamatan, termasuk dari Ikatan Bidan Indonesia (IBI),” ujarnya.

Selain memudahkan warga, disebutnya, program ini juga mempercepat pendataan kependudukan dan akses layanan kesehatan.

Salah satu penerima penghargaan program ini adalah Klinik Zihan Medical Center Garut. Bidan Fitri Handayani menyebut layanan Publish Baby sangat membantu proses administrasi kelahiran.

“Kalau bikin sendiri ribet dan lama. Dengan Publish Baby, selesai melahirkan langsung diinput, Akta Kelahiran, KK, dan KIA bisa beres dalam waktu sekitar delapan jam. Bahkan pernah tiga akta langsung jadi,” katanya.

Hal senada disampaikan Dokter Anetta Lesmana dari RS Medina. Ia mengungkapkan bahwa rumah sakitnya telah bekerja sama dengan program Publish Baby selama dua tahun terakhir.

“Dalam satu bulan bisa ada sekitar 60 kelahiran. Program ini sangat membantu pendataan bayi sehingga mereka bisa segera mendapatkan pelayanan kesehatan. Respon masyarakat juga sangat bagus,” ujarnya.

Baca Juga:Bupati Kabupaten Bandung Barat Tetapkan Status Tanggap Darurat25 Korban Longsor Pasirlangu Ditemukan, Tim SAR Lanjutkan Pencarian 80 Orang Hilang

Sementara itu, Kepala Puskesmas Cilawu, dr. Titi Sari menilai program ini sangat penting terutama bagi masyarakat pedesaan.

“Banyak bayi lahir dengan kondisi medis tertentu dan harus dirujuk. Untuk pengurusan BPJS perlu data kependudukan. Dengan Publish Baby, masyarakat tidak perlu bingung lagi mengurus sendiri. Di Cilawu bisa sampai 40 pengurusan,” ungkapnya.

0 Komentar