Wapres Gibran Minta Penanganan Korban Longsor Pasirlangu Diprioritaskan

istimewa
Wapres Gibran Minta Penanganan Korban Longsor Pasirlangu Diprioritaskan (Dok Humas Kantor SAR Bandung)
0 Komentar

Pasca kejadian, warga yang tinggal di sekitar area rawan segera dipindahkan ke tempat aman. Kantor Desa Pasirlangu dijadikan sebagai pusat pengungsian sekaligus posko informasi bagi keluarga korban. Sejumlah warga lainnya yang mengalami luka-luka telah dilarikan ke puskesmas terdekat.

“Pengungsian kita pusatkan di kantor desa. Banyak warga datang karena khawatir terjadi longsor susulan, jadi mereka memilih mengungsi sementara,” tambahnya.

Pantauan di lapangan memperlihatkan sejumlah rumah rata dengan tanah akibat tertimbun longsoran. Tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, serta relawan terus melakukan penyisiran di area terdampak untuk mencari warga yang diduga masih tertimbun.

Baca Juga:Bupati Kabupaten Bandung Barat Tetapkan Status Tanggap Darurat25 Korban Longsor Pasirlangu Ditemukan, Tim SAR Lanjutkan Pencarian 80 Orang Hilang

Sementara itu, keluarga korban tampak berdatangan ke posko desa untuk mencari kabar anggota keluarganya. Aparat setempat telah menginventarisasi data penghuni rumah yang terdampak guna mempercepat proses pencarian dan penanganan lebih lanjut.

Tim SAR Gabungan diketahui kembali menemukan sejumlah korban dalam operasi pencarian akibat bencana longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Hingga Minggu (25/1/2026) pukul 16.00 WIB, sebanyak 14 bodypack berhasil dievakuasi dalam operasi pencarian hari ini.

Dari jumlah tersebut, tujuh bodypack ditemukan di area kerja (worksite) A1, enam bodypack di worksite A2, dan satu bodypack lainnya ditemukan di worksite B1.

Dengan temuan terbaru ini, total korban yang telah ditemukan mencapai 25 bodypack. Sementara itu, sebanyak 23 orang dilaporkan selamat, dan sekitar 80 orang lainnya masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan.

Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, S.A.P., M.Si., mengatakan bahwa pencarian dilakukan sejak pagi hari dengan memfokuskan operasi di dua sektor utama, yakni sektor Alpha dan sektor Bravo.

“Pencarian dilakukan menggunakan kombinasi alat berat, metode manual oleh personel di lapangan, serta pemantauan udara menggunakan drone UAV,” ujarnya.

Ade Dian Permana menjelaskan, kondisi cuaca dan medan menjadi tantangan utama bagi tim SAR dalam pelaksanaan operasi. Selain hujan yang kerap turun, kontur tanah yang labil serta material longsoran yang tebal menyulitkan proses pencarian.

Baca Juga:Wagub Jabar Tegaskan Pencarian Korban Longsor di Pasirlangu Terus DiintensifkanBULOG Kancab Ciamis Mulai Serap Gabah Petani, Harga Sesuai HPP Rp6.500 per Kilogram

“Medan cukup berat dan membutuhkan kehati-hatian tinggi. Atas pertimbangan teknis dan keselamatan personel di lapangan, operasi pencarian hari ini dihentikan sementara dan akan dilanjutkan kembali esok hari,” jelasnya.

0 Komentar