“Kami fokus membuka akses agar alat berat dan tim evakuasi bisa masuk. Posko pengungsian sudah tersedia, begitu juga layanan kesehatan dan kebutuhan dasar bagi warga terdampak,” katanya.
Namun, Jeje mengakui bahwa proses pencarian menghadapi tantangan berat. Kondisi tanah yang masih labil, lumpur tebal, serta potensi hujan susulan menjadi kendala utama di lapangan.
“Keselamatan petugas tetap menjadi prioritas. Operasi pencarian disesuaikan dengan kondisi cuaca karena berdasarkan informasi BMKG, intensitas hujan masih cukup tinggi hingga bulan Februari,” ujarnya.
Baca Juga:Bupati Kabupaten Bandung Barat Tetapkan Status Tanggap Darurat25 Korban Longsor Pasirlangu Ditemukan, Tim SAR Lanjutkan Pencarian 80 Orang Hilang
Pemerintah daerah mengimbau warga untuk tetap waspada dan mengikuti arahan petugas, terutama yang tinggal di sekitar lokasi rawan longsor, guna menghindari risiko bencana lanjutan.
Diketahui, bencana tanah longsor melanda kawasan permukiman warga di Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, pada Sabtu (24/1/2026) dini hari. Peristiwa tersebut mengakibatkan puluhan rumah rusak berat setelah tertutup material longsoran dari perbukitan di lereng Gunung Burangrang.
Longsor terjadi sekitar pukul 03.00 WIB, usai wilayah tersebut diguyur hujan lebat disertai angin kencang selama dua hari tanpa henti. Arus material berupa tanah dan batu meluncur deras ke arah permukiman yang berada tepat di bawah tebing.
Kepala Desa Pasirlangu, Nur Awaludin Lubis menyebutkan bahwa titik awal longsoran berada di wilayah RT 05 RW 11. Ia menjelaskan bahwa curah hujan tinggi menjadi faktor utama yang memicu terjadinya pergerakan tanah di lokasi tersebut.
“Curah hujan memang sangat tinggi sejak dua hari terakhir. Longsor terjadi sekitar jam tiga pagi dan pusatnya di RT 05 RW 11,” ungkap Nur Awaludin di lokasi kejadian dilansir Jabar Ekspres.
Hasil pendataan sementara menunjukkan sedikitnya 30 bangunan rumah terdampak dan tertutup material longsor. Namun hingga saat ini, aparat desa bersama petugas gabungan masih melakukan pendataan untuk memastikan jumlah pasti bangunan yang rusak serta kemungkinan adanya korban jiwa.
“Untuk jumlah rumah yang tertimbun sementara ini sekitar 30 unit. Data korban masih terus kami perbarui karena proses pencarian masih berlangsung,” katanya.
