Kepala Desa Pasirlangu, Nur Awaludin Lubis menyebutkan bahwa titik awal longsoran berada di wilayah RT 05 RW 11. Ia menjelaskan bahwa curah hujan tinggi menjadi faktor utama yang memicu terjadinya pergerakan tanah di lokasi tersebut.
“Curah hujan memang sangat tinggi sejak dua hari terakhir. Longsor terjadi sekitar jam tiga pagi dan pusatnya di RT 05 RW 11,” ungkap Nur Awaludin di lokasi kejadian dilansir Jabar Ekspres.
Hasil pendataan sementara menunjukkan sedikitnya 30 bangunan rumah terdampak dan tertutup material longsor. Namun hingga saat ini, aparat desa bersama petugas gabungan masih melakukan pendataan untuk memastikan jumlah pasti bangunan yang rusak serta kemungkinan adanya korban jiwa.
Baca Juga:Wagub Jabar Tegaskan Pencarian Korban Longsor di Pasirlangu Terus DiintensifkanBULOG Kancab Ciamis Mulai Serap Gabah Petani, Harga Sesuai HPP Rp6.500 per Kilogram
“Untuk jumlah rumah yang tertimbun sementara ini sekitar 30 unit. Data korban masih terus kami perbarui karena proses pencarian masih berlangsung,” katanya.
Pasca kejadian, warga yang tinggal di sekitar area rawan segera dipindahkan ke tempat aman. Kantor Desa Pasirlangu dijadikan sebagai pusat pengungsian sekaligus posko informasi bagi keluarga korban. Sejumlah warga lainnya yang mengalami luka-luka telah dilarikan ke puskesmas terdekat.
“Pengungsian kita pusatkan di kantor desa. Banyak warga datang karena khawatir terjadi longsor susulan, jadi mereka memilih mengungsi sementara,” tambahnya.
Pantauan di lapangan memperlihatkan sejumlah rumah rata dengan tanah akibat tertimbun longsoran. Tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, serta relawan terus melakukan penyisiran di area terdampak untuk mencari warga yang diduga masih tertimbun.
Sementara itu, keluarga korban tampak berdatangan ke posko desa untuk mencari kabar anggota keluarganya. Aparat setempat telah menginventarisasi data penghuni rumah yang terdampak guna mempercepat proses pencarian dan penanganan lebih lanjut. (*)
