Muhammad Ridwan, Pengusaha Sukses Asal Garut yang Mengubah Kebun Menjadi Inspirasi Dunia

Muhammad Ridwan, Pengusaha Sukses Asal Garut yang Mengubah Kebun Menjadi Inspirasi Dunia
Muhammad Ridwan, Pengusaha Sukses Asal Garut yang Mengubah Kebun Menjadi Inspirasi Dunia
0 Komentar

RADARGARUT.ID – Kesuksesan tidak selalu lahir dari gedung bertingkat atau kantor modern di kota besar.

Di Garut, sebuah kabupaten yang dikenal dengan kesuburan alamnya, Muhammad Ridwan membuktikan bahwa kebun pun bisa menjadi pusat inspirasi, inovasi, dan pemberdayaan.

Lewat EPTILU, ia mengubah pertanian tradisional menjadi bisnis modern yang bernilai ekonomi, sosial, dan edukasi.

Baca Juga:Waspada! Ini 6 Modus Penipuan Online yang Paling Marak Sepanjang 2025Nyaris Tenggelam di Pantai Karangpapak Garut, Dua Wisatawan Berhasil Diselamatkan Satpolairud

Perjalanan Ridwan dimulai pada tahun 2014, jauh sebelum EPTILU dikenal luas. Saat itu, ia hanya bertani dan menjual sayuran segar secara sederhana.

Tidak ada konsep agrowisata, apalagi teknologi canggih. Namun dari kebun kecil itulah, Ridwan menanam satu hal yang jauh lebih penting dari sekadar tanaman, visi jangka panjang bahwa pertanian bisa menjadi usaha yang keren, menjanjikan, dan berkelas.

Titik balik terjadi pada 2017. Kebun yang sebelumnya hanya menjadi sumber penghidupan kemudian diberi nama EPTILU dan dibuka untuk umum dengan konsep petik sendiri.

Wisatawan tidak hanya membeli hasil panen, tetapi diajak merasakan langsung proses bertani. Sedikit demi sedikit, gazebo dan saung makan dibangun, menghadirkan pengalaman baru yang memadukan wisata, kuliner, dan edukasi.

Seiring waktu, EPTILU berkembang menjadi destinasi agrobisnis edukatif yang menarik perhatian dunia pendidikan. Mahasiswa dari Telkom University, IPB, Unsil, Uniga, hingga UIN Bandung rutin datang untuk belajar langsung di lapangan.

Bahkan mahasiswa asing dari berbagai negara juga berkunjung dalam rangka kuliah lapangan dan pertukaran pelajar.

Mereka tidak sekadar berjalan-jalan di kebun. Di EPTILU, mahasiswa diajak mengkaji langsung model bisnis pertanian, sistem kemitraan dengan petani lokal Garut.

Baca Juga:Minum Miras di Pinggir Jalan, Dua Warga Terjaring Patroli Samapta Polres GarutDPRD Garut Soroti MBG: Anak Diminta Datang ke Sekolah saat Libur, Porsi Diduga Berkurang

Serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan mulai dari perusahaan benih, pupuk, nutrisi tanaman, hingga jaringan pasar. Semua dipelajari dari praktik nyata, bukan teori semata.

Salah satu keunggulan EPTILU adalah keberanian Ridwan mengadopsi teknologi pertanian modern.

Melalui penerapan Internet of Things (IoT) di greenhouse, sistem penyiraman dan pemupukan dapat dikendalikan hanya lewat ponsel. Inovasi ini membuktikan bahwa pertanian tidak tertinggal oleh zaman, justru bisa berjalan seiring dengan kemajuan teknologi.

Namun bagi Ridwan, kesuksesan tidak diukur hanya dari omzet. Dampak sosial menjadi fondasi utama. EPTILU menyerap puluhan tenaga kerja dari lingkungan sekitar.

0 Komentar