GARUT – Sepanjang tahun 2025, tercatat telah terjadi bencana alam sebanyak 332 kejadian di Kabupaten Garut. Bencana alam yang paling banyak melanda Kabupaten Garut yaitu bencana tanah longsor.
Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Abud Abdullah menerangkan, diantara bencana alam itu terdiri dari 168 tanah longsor, kemudian 96 bencana akibat cuaca ekstrem dan disusul oleh bencana hidrometeorologi lainnya. Data bencana ini tercatat dari periode 1 Januari hingga 6 Oktober 2025.
Lebih lanjut Abud Abdullah menerangkan, daerah Kabupaten Garut yang paling signifikan terjadi bencana adalah di selatan Garut.
Baca Juga:Mengenal SD Favorit di Garut, Rujukan Orang Tua untuk Pendidikan Dasar Berkualitas Jangan Anggap Sepele! Flu dan DBD Mengancam Saat Musim Pancaroba, Ini Solusinya
“Dampak bencana di wilayah Garut Selatan tergolong signifikan, antara lain berupa jembatan putus, pergerakan tanah yang mengancam permukiman warga, serta kerusakan fasilitas umum dan infrastruktur dasar,” terangnya.
BPBD Kabupaten Garut sendiri telah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana untuk kejadian banjir, banjir bandang, cuaca ekstrem, gelombang ekstrem dan abrasi, serta tanah longsor di wilayah Kabupaten Garut.
Terhitung mulai 11 November 2025 sampai dengan 24 November 2025. Kemudian dilanjutkan Tanggap Darurat kedua mulai dari 25 November 2025 sampai dengan 8 Desember, kemudian perpanjangan 3 tanggap darurat 9 Desember sampai dengan 22 Desember 2025.
“Dalam masa tanggap darurat tersebut, di Kecamatan Pendeuy terjadi jembatan putus yang mengganggu aktivitas masyarakat serta akses siswa menuju sekolah. Pemerintah Kabupaten Garut telah melakukan penanganan dengan pembangunan jembatan darurat (rawayan) sehingga aktivitas warga dapat kembali berjalan,” jelasnya.
Upaya penanganan dan bantuan sosial yang sudah diberikan Pemerintah Kabupaten Garut sendiri diantaranya di empat kecamatan terdampak, dengan penanganan sebagai berikut:
- Kecamatan Caringin, terjadi pergerakan tanah yang berdampak pada 117 rumah warga. BPBD Kabupaten Garut melakukan pendirian tenda darurat di lokasi pengungsian, serta Dinas Sosial melaksanakan dapur umum bagi masyarakat terdampak.
- Kecamatan Singajaya, terdapat dua jembatan terdampak yang telah ditangani oleh Dinas PUPR melalui pembangunan kembali jembatan tersebut.
- Kecamatan Bungbulang, Pemerintah Kabupaten Garut telah menyalurkan bantuan jaminan hidup (jadup) kepada 250 Kepala Keluarga (KK) terdampak bencana
Dalam hal ini perangkat daerah juga melakukan upaya Penanganan sebagai bentuk penanganan terpadu lintas sektor, Pemerintah Kabupaten Garut melalui perangkat daerah terkait telah melaksanakan upaya sebagai berikut:
