Kisah Inspiratif Kebon Tin Garut, Dari Hobi Tabulampot hingga Menjadi Pelopor Nasional

buah Tin
buah Tin
0 Komentar

Tantangan Iklim dan Peran Greenhouse

Menurut Hary, secara umum Garut cocok untuk budidaya buah tin karena berada di wilayah tropis dengan ketinggian yang mendukung. Namun, perbedaan iklim dengan habitat asli di Timur Tengah menjadi tantangan tersendiri.

“Kalau untuk Garut pembibitan buah tin cocok di daerah tropis dan mdplnya tapi perbedaannya perlakuan, idealnya pakai green house soalnya di habitat aslinya dari timur tengah yang didominasi cuaca dan udara yang panas,” pungkasnya.

Kelembapan tinggi dan curah hujan yang sering turun di Garut berpotensi memicu jamur pada tanaman. Karena itu, penggunaan greenhouse dinilai penting untuk menjaga kualitas dan kesehatan bibit.

Baca Juga:PMI Garut Ambil Peran dalam Penanganan Bencana Nasional, Sekda Apresiasi RelawanKDM Minta APBD Dibuka ke Publik, Sekda Garut: Sudah Disampaikan, Tinggal Formulanya

Bibit Dikirim Hampir ke Seluruh Nusantara

Pemasaran bibit dilakukan secara daring. Saat ini, bibit buah tin dari Garut telah menjangkau hampir seluruh wilayah Indonesia.

Papua menjadi satu-satunya daerah yang belum terlayani karena tingginya ongkos kirim serta risiko kerusakan selama pengiriman.

Meski begitu, permintaan dari daerah seperti Nusa Tenggara Timur tetap datang, walau membutuhkan penanganan ekstra.

Harga bibit pun bervariasi, mulai dari Rp35.000 hingga Rp300.000 untuk ukuran 30–40 sentimeter, tergantung jenisnya. Varian Green Yordan menjadi favorit pembeli karena perawatannya relatif mudah dan produktivitasnya tinggi.

Bernilai Ekonomi dan Kaya Manfaat Kesehatan

Selain bernilai jual, buah tin juga dikenal kaya manfaat. Kandungan kalsium, serat, dan kalium baik untuk kesehatan tulang dan pencernaan.

Tak hanya buahnya, daun tin dapat diolah menjadi teh untuk membantu menurunkan tekanan darah, sementara akarnya dipercaya melancarkan peredaran darah.

Hary juga aktif memberikan edukasi kepada para pembeli, mulai dari perawatan hingga teknik agar tanaman cepat berbuah.

Baca Juga:Tips Cerdas Belanja Mingguan untuk Keluarga, Hemat tapi Tetap LengkapGarut Makin Hidup: Beragam Tren Olahraga hingga Masuknya Brand Modern yang Kian Menjamur

Metode pembibitan yang digunakan antara lain stek, cangkok, dan sambung, dengan teknik cangkok yang mampu memunculkan akar dalam waktu tiga minggu hingga satu bulan.

Meski penjualan bibit belakangan sempat menurun, Hary tetap optimistis. Ia yakin potensi buah tin di Garut dan Indonesia masih sangat besar.

“Banyak yang belum tahu kalau buah tin bisa tumbuh di Garut, apalagi di Indonesia. Setelah melihat, baru mereka percaya,” ungkapnya.

0 Komentar